Suara.com - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Risky Alesha Zahra (9) terungkap. Aparat kepolisian menangkap pelaku yang tak lain adalah tetangga bedeng orang tua korban di mes PT Indo Lampung, Kampung Gunung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang.
Dia adalah Hariyanto. Polisi meringkus Hariyanto di Kabupaten Mesuji pada Rabu (23/7/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.
Penangkapan Hariyanto ini berkat informasi masyarakat yang mengetahui keberadaan Hariyanto bekerja di perusahaannya di Mesuji.
Warga yang melihat wajah pelaku pembunuhan Zahra di media sosial facebook serupa dengan wajah pekerjanya yang baru seminggu bekerja di sana, melapor ke portal WhatsApp Kapolres Tulang Bawang.
Polisi menindaklanjuti informasi itu dengan mendatangi lokasi tempat pelaku bekerja di Mesuji. Di sana, polisi menyamar sebagai salah satu pekerja di kebun. Begitu melihat keberadaan Hariyanto, polisi langsung meringkusnya.
Sejak awal pihak keluarga korban sudah mencurigai Hariyanto sebagai pelaku aksi sadis terhadap Zahra. Sebab Zahra ditemukan tak bernyawa di bedeng tempat Hariyanto tinggal. Selain itu, Hariyanto juga menghilang sejak jasad Zahra ditemukan tanpa busana di bedengnya.
Di podcast Denny Sumargo, ibu dan bibi korban meyakini pelaku pemerkosa dan pembunuhan terhadap Zahra adalah Hariyanto. Mereka juga menunjukkan foto wajah Hariyanto di podcast tersebut.
Zahra ditemukan sudah tanpa busana pada Minggu malam, 22 Juni 2025, di kamar mes Bedeng 37, PT. Indolampung, Kampung Gunung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang.
Diduga Zahra mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh secara sadis oleh pelaku. Hingga kini pelaku belum juga tertangkap.
Baca Juga: Anggota TNI Diduga Bunuh Istri di Deli Serdang Ditangkap
Raibnya pelaku pembunuhan membuat ibu dan bibi Zahra mengambil langkah. Mereka mendatangi Denny Sumargo membicarakan kasus tersebut.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, sang ibu menceritakan perjumpaan terakhir dengan sang anak. Saat itu sang ibu pamit kerja ke Zahra.
"Dilihatnya dulu saya disalim. Dia sudah nyalim itu. Ya udah, Ibu hati-hati ya, Bu. Itu terakhir saya ngelihat dia pagi itu. Pagi itu, pagi itu terakhir dia manggil saya ibu," ujar sang ibu.
Setelah ibunya kerja, Zahra lalu pamit mandi ke adiknya. Namun hingga pukul 09.00, Zahra tidak juga pulang. Kakak lalu menyusul Zahra ke kamar mandi. Sang adik tak ada. Dia hanya menemukan handuk dan sabun di kamar mandi.
Sampai siang, Zahra tidak kunjung pulang. Pada pukul 13.30, ibu dan ayah Zahra pulang ke rumah. Mereka diberitahu bahwa Zahra belum pulang ke rumah. Orang tua berinisiatif mencari Zahra keluar masuk bedeng daerah tersebut.
Hasilnya nihil. Pukul 15.30, Zahra belum juga datang membuat sang ibu panik. Ia lalu berinisiatif melapor ke Pak RT yang lalu membantu mencari bersama warga sekitar.
Berita Terkait
-
Anggota TNI Diduga Bunuh Istri di Deli Serdang Ditangkap
-
Ulasan Novel The Labyrinth House Murders: Kejutan di Balik Rumah Labirin
-
Anggota TNI Habisi Istri Pakai Sangkur di Deli Serdang, Jeritan Histeris Gegerkan Warga
-
Anaknya Tewas Mengenaskan di Tulang Bawang, Sang Ibu Bersimpuh di Depan Denny Sumargo
-
Misteri Kresek Hitam Diplomat Muda, Kompolnas: Bukti Penting terkait Kematian Arya Daru
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!