Suara.com - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat tren positif dalam pengurangan angka kemiskinan di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Jumat, 25 Juli 2025, persentase penduduk miskin di Sulawesi Selatan menurun menjadi 7,60 persen per Maret 2025.
Angka ini turun sebesar 0,17 persen poin dibandingkan dengan September 2024.
Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengatakan, jumlah penduduk miskin di Sulsel kini tercatat sebanyak 698,13 ribu orang. Jika dibandingkan dengan data September 2024, jumlah tersebut berkurang 13,64 ribu orang.
Bahkan jika dibandingkan dengan kondisi setahun sebelumnya, yaitu Maret 2024. Jumlah penduduk miskin menurun lebih signifikan. Yakni sebanyak 38,85 ribu orang.
"Secara umum, tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan berfluktuasi pada periode Maret 2019 hingga Maret 2025, baik dari sisi jumlah maupun persentase. Di beberapa titik terjadi kenaikan seperti pada Maret 2020 dan September 2020. Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2020 hingga Maret 2022 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia," ujarnya.
Namun, kata Aryanto, angka ini merupakan angka terendah sejak pandemi COVID-19 melanda.
Penurunan ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi berjalan cukup efektif meskipun tantangan masih ada.
BPS mencatat penurunan kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Baca Juga: Masalah Ketimpangan RI Makin Ngeri, Kaum Elite Justru Happy
Di perkotaan, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 5,14 persen pada Maret 2025, turun dari 5,21 persen pada September 2024.
Aryanto menyebut jumlah penduduk miskin di kota menurun menjadi 227,84 ribu orang.
Sementara, di perdesaan, tren serupa juga terlihat. Persentase kemiskinan menurun dari 10,11 persen menjadi 9,88 persen.
Sehingga, jumlah warga miskin di pedesaan pun berkurang dari 483,17 ribu menjadi 470,29 ribu orang atau turun sebanyak 12,88 ribu orang.
Penurunan angka kemiskinan di pedesaan menjadi perhatian khusus mengingat selama ini wilayah pedesaan cenderung menjadi kantong-kantong kemiskinan yang sulit disentuh kebijakan pemerataan.
"Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2024-Maret 2025, jumlah penduduk miskin perkotaan turun menjadi 227,84 ribu orang. Demikian halnya di perdesaan turun menjadi 470,29 ribu orang. Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 5,21 persen menjadi 5,14 persen. Sama halnya di perdesaan yang turun dari 10,11 persen menjadi 9,88 persen," sebutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong
-
Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN
-
Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat
-
Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?
-
Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat
-
Dipecat dari TNI, Hakim Sebut Dua Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus Khianati Rakyat
-
Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus
-
Vonis Banding, Kerry Adrianto Kena Tambahan Uang Pengganti Rp 10,5 Triliun
-
Namanya Terseret Kasus BGN, Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!