Speaker bertenaga butuh dorongan daya yang masif. Di sinilah peran power amplifier. Kebanyakan 'sultan horeg' menggunakan amplifier rakitan khusus yang lebih bertenaga dari produk pabrikan.
Satu truk membutuhkan 15 hingga 30 unit power amplifier untuk mengakomodasi semua speaker.
Harga satu unit power amplifier rakitan berkualitas tinggi berkisar antara Rp 10 juta - Rp 25 juta.
Total investasi untuk 'dapur pacu' ini bisa dengan mudah menembus angka ratusan juta rupiah.
3. Kereta Perang: Truk dan Box Custom (Estimasi: Rp 350 Juta - Rp 550 Juta)
Kendaraan dan 'rumah' bagi para speaker ini juga merupakan investasi besar.
Truk biasanya menggunakan sasis truk populer seperti Mitsubishi Canter atau Hino Dutro. Harga baru atau bekas dengan kondisi prima bisa mencapai Rp 300 juta - Rp 450 juta.
Box Custom yang bukan sekadar kotak kayu.
Box harus dirancang dengan presisi, menggunakan material multipleks tebal berkualitas tinggi, dan konstruksi yang kokoh untuk menahan getaran ekstrem. Biaya pembuatannya bisa mencapai Rp 50 juta - Rp 100 juta.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Musik: Inilah Aturan dan Etika di Arena Battle Sound Horeg
4. Sumber Kehidupan: Genset Berkapasitas Monster (Estimasi: Rp 100 Juta - Rp 200 Juta)
Sound system sekelas ini membutuhkan listrik yang jauh lebih besar dari daya listrik rumahan. Solusinya adalah genset (generator set) industri.
Kapasitas yang dibutuhkan minimal 60 kVA hingga 100 kVA.
Harga genset baru atau bekas dengan kapasitas sebesar ini berada di kisaran Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.
5. 'Pernak-pernik' Bernilai Ratusan Juta (Estimasi: Rp 70 Juta - Rp 150 Juta)
Di luar komponen utama, ada detail-detail penting yang total biayanya tidak bisa diremehkan.
Tag
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Musik: Inilah Aturan dan Etika di Arena Battle Sound Horeg
-
Bukan Cuma Edi Sound: Ini 5 Sultan Horeg yang Getarkan Panggung Audio Lokal
-
Menguak Asal Sound Horeg: Benarkah Ciptaan Sosok Thomas Alva Edisound Horeg?
-
Larang Sound Horeg saat HUT RI, Polisi Kutip Fatwa MUI: Menyimpang Ajaran Islam dan Meresahkan!
-
Bass Perontok Genteng, Sound Horeg Berasal dari Mana dan Siapa Penemu Pertamanya?
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok