Meskipun demikian, tidak semua warganet bisa menerima penjelasan ini secara utuh.
Beberapa mempertanyakan logika dan waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan proses bunuh diri yang terkesan kompleks tersebut.
"Apakah realistis seseorang bisa melilit wajah dengan plastik lalu melakban sendiri begitu rapi hingga kehabisan napas?" tanya seorang pengguna media sosial.
Ridha merespons dengan menyatakan bahwa kompleksitas adalah hal yang relatif.
"Sesuatu yang terlihat rumit bagi sebagian orang, mungkin bisa dilakukan secara sistematis oleh orang lain, terutama jika dorongan bunuh diri sudah terbentuk sejak lama," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa berdasarkan analisis digital forensik dan psikologi forensik, indikasi keinginan bunuh diri Arya sudah muncul sejak 2013.
Laporan tersebut memberikan gambaran kuat bahwa tindakan tersebut bukan hasil keputusan impulsif atau kejadian mendadak.
"Saya pun awalnya sulit menerima. Tapi setelah membaca laporan-laporan ilmiah dan forensik yang tersedia, saya memahami bahwa ini bukan sekadar opini. Ini hasil dari pendekatan multidisipliner yang ilmiah," ujar Ridha.
Meski penjelasan ini bersifat akademis dan berdasarkan bukti forensik, ruang diskusi tetap terbuka di masyarakat.
Baca Juga: 5 Fakta Sosok Farah, Nama Misterius yang Buat Polisi 'Gelagapan' di Kasus Arya Daru
Keraguan sebagian pihak terhadap narasi resmi tetap ada, terutama karena metode yang digunakan tergolong tidak umum di Indonesia.
Namun, pendekatan ilmiah seperti yang disampaikan Ridha menjadi upaya penting untuk memberikan perspektif yang lebih dalam terhadap kasus kematian yang memancing banyak opini publik ini.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
5 Fakta Sosok Farah, Nama Misterius yang Buat Polisi 'Gelagapan' di Kasus Arya Daru
-
Serupa Arya Daru, Di Italia Pria Tewas dengan Wajah Terlilit Lakban di dalam Mobil
-
Hanya Satu Cara Ini yang Bisa Membuktikan Arya Daru Diplomat Kemlu Bunuh Diri atau Dibunuh
-
Publik Tak Terima Arya Daru Bunuh Diri, Pakar Bongkar Kejanggalan Lakban
-
Kematian Diplomat Arya Daru Tuai Sorotan, Penyebabnya Gegara Bunuh Diri Baru Kesimpulan Awal Polisi?
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
Terkini
-
101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana
-
Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan
-
Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy
-
Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar