Suara.com - Singapura, negara yang selama ini membanggakan citra bersih dan bebas korupsi, diguncang oleh skandal tingkat tinggi yang menyeret nama seorang miliuner berpengaruh. Dia adalah Ong Beng Seng, pengusaha berusia 79 tahun yang dikenal sebagai "Raja F1 Singapura".
Disitat dari laman BBC News Indonesia, Senin (4/8/2025), dalam sidang yang digelar pada Senin (04/08), Ong mengaku bersalah atas tuduhan bersekongkol dengan mantan Menteri Perhubungan, Subramaniam Iswaran, dalam kasus suap yang mengejutkan publik.
Siapa Sebenarnya Ong Beng Seng?
Lahir di Malaysia pada tahun 1946, Ong Beng Seng pindah ke Singapura di usia muda dan merintis kerajaan bisnisnya di bidang perhotelan dan properti pada tahun 1980-an. Melalui perusahaannya, Hotel Properties Limited, ia mengendalikan jaringan hotel mewah global, termasuk Four Seasons dan Hard Rock Hotel.
Namun, namanya paling dikenal publik sebagai sosok kunci yang berhasil membawa ajang balap mobil paling bergengsi di dunia, Grand Prix Formula 1, ke sirkuit jalanan Singapura.
Perannya sangat vital, dan saat skandal ini terjadi, mantan Menteri Iswaran duduk di komite pengarah F1 dari sisi pemerintah, menciptakan konflik kepentingan yang fatal.
Di tengah proses hukum ini, terungkap pula bahwa Ong tengah berjuang melawan penyakit kanker sumsum tulang langka dan perusahaan telah mengumumkan rencananya untuk mundur dari posisi direktur pelaksana demi "mengatasi kondisi medisnya".
Hadiah Mewah dan Upaya Menghalangi Hukum
Jaksa penuntut umum membeberkan serangkaian gratifikasi yang diberikan Ong kepada Iswaran saat sang menteri masih aktif menjabat. Hadiah-hadiah tersebut bernilai total lebih dari S$403.000 atau sekitar Rp5 miliar, mencakup tiket menonton Grand Prix Formula 1, penginapan di hotel mewah di Qatar, dan perjalanan menggunakan jet pribadi.
Baca Juga: Resmi Tutup Operasional, Jetstar Asia PHK 500 Karyawan
Kasus ini menjadi lebih berat karena Ong tidak hanya dituduh memberi suap, tetapi juga bersekongkol untuk menghalangi proses hukum. Menurut jaksa, Ong membantu Iswaran melakukan pembayaran tiket pesawat dari Doha ke Singapura yang sedang diselidiki.
Hakim Vincent Hoong yang memimpin sidang menyebut tindakan ini sebagai trik yang diperhitungkan dengan matang. Dengan meminta untuk ditagih dan membayar tiket, Iswaran bertindak dengan pertimbangan dan perencanaan yang matang guna menghindari penyelidikan atas pemberian hadiah tersebut.
Akhir dari Skandal: Vonis Penjara dan Reputasi yang Tercoreng
Atas perbuatannya, Ong Beng Seng kini menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. Sementara itu, rekannya dalam skandal ini, Subramaniam Iswaran, telah divonis 12 bulan penjara. Hakim Vincent Hoong menekankan bahwa kejahatan Iswaran merupakan penyalahgunaan kekuasaan yang mencederai kepercayaan publik.
Hakim juga menyoroti sikap Iswaran yang seolah yakin akan bebas dari jerat hukum. "Dalam suratnya kepada perdana menteri, ia menyatakan bahwa ia menolak (dakwaan) dan menyatakan keyakinannya yang kuat bahwa ia akan dibebaskan," kata Hakim Hoong. "Oleh karena itu, saya merasa sulit untuk menerima bahwa ini merupakan indikasi penyesalannya."
Skandal ini menjadi pukulan telak bagi reputasi Partai Aksi Rakyat (PAP) yang berkuasa, yang selama ini menjadikan gaji fantastis para menterinya sebagai dalih untuk memerangi korupsi. Seorang profesor hukum, Eugene Tan, berkomentar, "Nilai [hadiah] itu tidak signifikan mengingat dia sudah bertahun-tahun mengabdi. Namun, dengan gajinya, seharusnya dia mampu untuk tidak menerimanya [hadiah]."
Berita Terkait
-
Resmi Tutup Operasional, Jetstar Asia PHK 500 Karyawan
-
Reino Barack Ungkap Rutinitas Syahrini di Singapura: Bangun Jam 4 Pagi dan Salat Tahajud
-
Setia dengan Klub Vietnam, Mano Polking Tolak Latih Timnas Singapura
-
Tarif Trump 19% Berlaku 7 Agustus, RI & Thailand Kena 'Diskon' Sama, Singapura Paling Murah!
-
Singapura Cari Cuan dari Pajak Karbon di Sektor Penerbangan, Harga Tiket Pesawat Siap-siap Naik
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran