Suara.com - Puluhan guru sekolah rakyat di Sulawesi Selatan mengundurkan diri jadi tenaga pengabdi. Rata-rata penyebabnya karena tidak ingin tinggal jauh dari keluarga.
Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan mencatat ada sekitar 11 guru yang mengundurkan diri. Dua diantaranya di kota Makassar, kabupaten Takalar lima dan Wajo empat orang.
Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Malik Faisal mengatakan guru-guru tersebut berdomisili di luar Sulawesi Selatan. Mereka mundur sebelum masa tugas dimulai.
"Ada yang dari Jogja. Tidak ke sini karena sudah berkeluarga dan istrinya ASN. Merasa kejauhan dan memilih mundur," kata Malik, Selasa, 5 Agustus 2025.
Guru-guru yang mengundurkan diri itu diketahui akan mengampu mata pelajaran seperti Bimbingan Konseling (BK) dan Seni Budaya.
Malik menyebut, sebagian besar dari mereka belum sempat bertugas sama sekali di lokasi penempatan.
"Guru BK dan Seni Budaya. Kami belum tahu jelas rinciannya karena mereka belum bertugas," ucapnya.
Dinas Sosial telah melaporkan pengunduran diri tersebut kepada Kementerian Sosial selaku otoritas yang merekrut dan menempatkan guru-guru Sekolah Rakyat.
Penggantian tenaga pengajar saat ini sedang diproses melalui seleksi tahap kedua.
"Kami hanya menunggu. Pada 14 Juli lalu (peluncuran) kami berdayakan yang sudah ada. (Di Makassar) dari total 12 guru yang direncanakan, baru 9 yang aktif. Sisanya masih menunggu pengganti," ujarnya.
Baca Juga: Perubahan Syarat Bantuan Insentif Guru Non-ASN dan Ketentuan Pencairan via Rekening
Selain pengunduran diri, Malik juga mencatat ada empat orang guru di Kabupaten Wajo yang tidak hadir tanpa konfirmasi.
Pihaknya tengah menyiapkan pengganti dan mengajukan daftar nama baru kepada Kementerian Sosial.
"Kami akan lakukan penggantian secepat mungkin. Saat ini dinas sedang melakukan mitigasi dan mengajukan nama-nama baru yang bersedia menggantikan posisi tersebut," tambah Malik.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Wajo, Asri, menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sekolahnya baru akan dimulai secara resmi pada 15 Agustus 2025.
Namun, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berlangsung selama dua pekan sebelum pembelajaran efektif dimulai pada September.
Asri mengatakan, total guru yang mengundurkan diri di Wajo berjumlah empat orang. Selain itu, ada satu formasi guru yang memang tidak terisi sejak awal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan
-
Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan
-
Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran
-
Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
-
Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang