Inilah yang membuat perlombaan ini begitu genting. Meskipun Perjanjian Luar Angkasa 1967 melarang negara mana pun untuk mengklaim kedaulatan atas Bulan, ada celah yang mengkhawatirkan.
Dokumen internal NASA memperingatkan bahwa "negara pertama yang membangun reaktor dapat mendeklarasikan zona eksklusif di bulan, yang berpotensi membatasi akses bagi negara lain."
Bayangkan sebuah negara membangun pembangkit listrik raksasa dan kemudian mendeklarasikan "zona keamanan" seluas puluhan kilometer di sekitarnya, secara efektif memonopoli area paling strategis di Bulan.
4. Perlombaan Melawan Waktu: 2030
Target waktu NASA sangat jelas dan bukan kebetulan. Badan antariksa tersebut bertekad meluncurkan reaktor tersebut pada 2030, di saat yang sama China akan mendaratkan astronot pertamanya di Bulan melalui program ambisius mereka, Chang'e.
Ini adalah balapan head-to-head untuk menunjukkan siapa yang memiliki keunggulan teknologi dan kemampuan untuk membangun pangkalan permanen terlebih dahulu.
5. Terbentuknya Dua Kubu di Antariksa
Persaingan ini telah menciptakan dua blok kekuatan di luar angkasa. Di satu sisi ada Amerika Serikat dengan Program Artemis-nya, yang telah berhasil menggandeng puluhan negara mitra, termasuk Jepang dan negara-negara Eropa.
Di sisi lain, China dan Rusia memimpin koalisi mereka sendiri untuk membangun Pangkalan Penelitian Bulan Internasional (ILRS), yang juga telah menarik minat beberapa negara lain. Dunia seakan terbelah dua, tidak hanya di Bumi tetapi juga dalam upaya menaklukkan Bulan.
Baca Juga: Kuota Impor Habis di Akhir Tahun, Produsen Mobil Listrik China Harus Bangun Pabrik di Indonesia
6. Tantangan Anggaran di Pihak AS
Di tengah ambisi besar ini, NASA menghadapi tantangan internal. Pemerintahan sebelumnya sempat mengusulkan pemotongan anggaran NASA yang signifikan, dari 24,8 miliar dolar AS menjadi 18,8 miliar dolar AS.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: dari mana dana untuk proyek nuklir yang sangat mahal ini akan berasal?
Dan jika didanai, apakah akan mengorbankan program-program sains antariksa penting lainnya? Ini adalah pertaruhan besar bagi Amerika Serikat dalam usahanya mempertahankan dominasi di perbatasan baru umat manusia.
Berita Terkait
-
Kuota Impor Habis di Akhir Tahun, Produsen Mobil Listrik China Harus Bangun Pabrik di Indonesia
-
Pemain Arab Saudi Cetak Sejarah Jelang Hadapi Timnas Indonesia
-
Amerika Serikat Melunak! Tarif Resiprokal Berhasil Dinegosiasikan Hingga...
-
Mendag Pede Ekspor ke AS Tetap Meroket Meski Dapat Tarif Trump 19 Persen
-
4 Drama Wuxia Terbaru Tayang di iQIYI, Ada Legend of the Female General
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura