Suara.com - Kehadiran mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau RK di Bareskrim Polri hari ini untuk menjalani tes DNA terkait kasusnya dengan model dewasa Lisa Mariana, menyisakan satu pertanyaan besar: mengapa sang istri, Atalia Praratya, tidak turut mendampingi?
Di tengah sorotan publik, kuasa hukum RK, Muslim Jaya Butarbutar, memberikan jawaban singkat namun tajam yang menggarisbawahi batas antara urusan publik dan personal.
"Ibu Cinta tidak ikut karena ini urusan pribadi Pak RK," ujar Muslim saat dikonfirmasi, Kamis (7/8/2025).
RK telah tiba di Gedung Bareskrim Polri sejak pukul 08.57 WIB mengenakan kacamata hitam, kemeja dan jas berwarna coklat.
Setibanya di lokasi ia hanya menebar senyum dan menyapa singkat awak media, lalu bergegas masuk ke ruang pemeriksaan.
"Selamat pagi. Alhamdulillah baik," ucap RK.
Tes DNA ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang dibuat oleh RK pada 11 April 2025 terkait dugaan pencemaran nama baik.
Langkah tes DNA ini diambil untuk menjawab tudingan Lisa Mariana yang mengaku memiliki seorang anak perempuan dari hubungannya dengan RK.
Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menjadwalkan tes DNA untuk mencari kepastian hukum atas polemik yang telah bergulir selama beberapa waktu.
Baca Juga: Siap Lahir Batin! Ridwan Kamil akan Tes DNA untuk Akhiri Polemik dengan Lisa Mariana
Selain RK, Lisa Mariana dan anaknya yang berinisial CA juga dijadwalkan hadir untuk menjalani tes DNA.
Muslim menegaskan, RK siap menerima apapun hasil dari tes DNA hari ini dengan penuh tanggung jawab.
Politisi partai Golkar tersebut menurutnya akan menghormati proses hukum yang berjalan dan berharap tes ini dapat mengakhiri semua polemik yang ada.
"Apa pun hasilnya dengan tidak berandai-andai, pada prinsipnya Pak RK menghormati dan menerima hasilnya dengan penuh tanggung jawab serta kedewasaan," jelas Muslim.
Meskipun Atalia Praratya atau yang arab disapa Ibu Cinta ini tidak hadir secara fisik di Bareskrim, Muslim dalam beberapa kesempatan sebelumnya telah menyatakan bahwa hubungan rumah tangga kliennya tetap harmonis. Ia menyebut Atalia memberikan dukungan penuh kepada suaminya dalam menghadapi ujian ini.
Berita Terkait
-
Babak Penentuan di Bareskrim: Senyum Tenang Kang Emil di Balik Kacamata Hitam Nantikan Hasil Tes DNA
-
Kacamata Hitam dan Senyum Ridwan Kamil Jelang Tes DNA di Bareskrim
-
Kasus Anak di Luar Nikah: Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bertemu di Ruang Tes DNA Bareskrim Hari Ini
-
Siap Lahir Batin! Ridwan Kamil akan Tes DNA untuk Akhiri Polemik dengan Lisa Mariana
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi
-
Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran
-
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?
-
Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel
-
Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK
-
4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan
-
Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok
-
Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya