Suara.com - Di tengah maraknya kasus selebgram Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, tes DNA kini menjadi alat ilmiah paling akurat.
Untuk membuktikan benar atau tidak ada hubungan darah, antara anak Lisa Mariana dan Ridwan Kamil.
Teknologi tes DNA ini telah membantu banyak keluarga mendapatkan kepastian yang selama ini terpendam di balik keraguan.
Apa Itu Tes DNA?
Tes DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah prosedur ilmiah untuk membaca informasi genetik seseorang.
Dalam konteks pencarian ayah biologis, tes ini digunakan untuk mencocokkan profil DNA anak dengan pria yang diduga sebagai ayah.
Bagaimana Prosesnya?
Proses tes DNA cukup sederhana. Petugas laboratorium mengambil sampel dari anak dan calon ayah – biasanya berupa usapan pada bagian dalam pipi (buccal swab).
Sampel kemudian dianalisis di laboratorium untuk membandingkan struktur genetik.
Baca Juga: Babak Penentuan: Ridwan Kamil Jalani Tes DNA untuk Akhiri Drama dengan Selebgram Lisa Mariana
“Tes ini sangat akurat. Kecocokan DNA antara anak dan ayah biologis bisa mencapai 99,99%,”
Daya Bukti dalam Hukum
Tes DNA kini juga digunakan dalam penyelesaian kasus hukum, seperti perebutan hak waris, sengketa perceraian, hingga pengakuan anak.
Banyak pengadilan di Indonesia sudah menerima hasil tes DNA sebagai bukti ilmiah yang sah.
Berapa Biayanya?
Biaya tes DNA paternitas di Indonesia berkisar antara Rp4 juta hingga Rp10 juta, tergantung jenis layanan dan legalitas hasilnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan