“Kalaupun sulit harus kita selesaikan, apapun. Karena kalau tidak, nggak mungkin kita terus berpanjang – Panjang sampai 2029 kemudian seterusnya – seterusnya hanya meributkan hal ini,” urainya.
“Lawan tiran dalam diri, termasuk tiran dalam diri petinggi DPR,” imbuhnya.
Apabila nantinya DPR menolak surat pemakzulan itu dan memutuskan untuk mempertahankan posisi Gibran, Connie menyebut bahwa akan ada luka yang melekat di negara Indonesia.
“Ada luka yang akan terus melekat bahwa sebuah negara bernama Indonesia itu bisa diatur Ketika pemimpinnya nekat untuk mengatur dan merubah konstitusi,” tegasnya.
Connie menegaskan bahwa jangan sampai dinasti politik yang kerap disebut akan terus berkelanjutan.
Menurutnya hal ini sangat berbahaya, nantinya akan berdampak pada siapapun orang yang merasa memiliki power maka akan bertindak sesukanya.
“Jangan sampai jadi habit seperti ini, bahwa ketika you are in power, you can do anything that you want,” ujarnya.
“Karena ini bahaya kalau ini dibiarkan, misalnya saja nih Pak Prabowo dua kali dan Gibran dua kali. Di hari mereka selesai, itu jan ethes sudah umur berapa? Loh bisa saja kan kalau hari ini kakeknya bisa membenarkan bapaknya, ya besok bapaknya bisa membenarkan anaknya lagi kan. Nah, itu yang enggak boleh terjadi. Harusnya DPR juga menghitungnya ke arah sana ya,” tambahnya.
Untuk diketahui, Forum Purnawirawan Prajurit TNI mengirimkan surat ke pimpinan DPR, MPR, dan DPR RI yang berisi permintaan agar segera memproses usulan pemakzulan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Presiden Prabowo akan Umumkan Nama Wakil Panglima Tinggi TNI Minggu Ini! Apa Tugas dan Wewenangnya?
Surat bertanggal 26 Mei 2025 itu ditandatangani oleh empat purnawirawan jenderal TNI, yakni Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto dan Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya
-
Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris
-
Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira
-
Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa
-
Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?
-
Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO