Suara.com - Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis akhirnya diciduk juga oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah sempat membantah terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
Penyidik KPK menangkap Abdul Azis usai menjalani agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/8/2025) malam.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan Azis langsung diperiksa penyidik KPK di Polda Sulawesi Selatan. “(OTT Bupati Koltim) setelah selesai Rakernas (NasDem)," ujarnya.
KPK sebelumnya mengungkapkan tujuh orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) sudah diamankan.
Menurut Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, tujuh orang yang diamankan itu terdiri dari pihak swasta dan pegawai negeri sipil (PNS). Dia juga meyakini adanya pihak dari penyelenggara negara yang terjaring OTT ini.
Karier Politik Abdul Azis
Abdul Azis lahir di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), 5 Januari 1986. Sebelum menjadi politisi, dia adalah anggota Polri yang bertugas di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan pangkat Ajun Insektur Polisi dua (Aipda).
Dia bertugas di Bintara Unit (Banit) I Subdirektorat I Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Sultra sejak tahun 2004.
Sebagai polisi, dia pernah bertugas sebagai ajudan Gubernur Sultra, Ali Mazi. Inilah awal mula dirinya tertarik ke dunia politik dan mulai dikenali masyarakat. Azis lalu memutuskan pensiun dini sebagai polisi.
Baca Juga: Sinyal Bahaya dari Abraham Samad: Eks Menag Yaqut Terseret Pusaran Korupsi Dana Haji?
Azis mendapatkan gelar sarjana hukum di Universitas Sultra lalu melanjutkan studi S2 Magister Hukum di perguruan tinggi yang sama.
Karier politiknya naik ketika terjadi kekosongan kekuasaan di Kabupaten Koltim. Awalnya Koltim dipimpin Bupati Samsul Bahri Madjid dan wakilnya Andi Merya Nur yang dilantik pada 26 Februari 2021.
Lalu 21 hari kemudian, Samsul Bahri meninggal dunia akibat serangan jantung usai bermain sepak bola pada 19 Maret 2021.
Wafatnya Samsul membuat Wakil Bupati Koltim Andi Merya Nur naik menjadi bupati pada 14 Juni 2021. Apesnya, tiga bulan kemudian, Andi Merya Nur ditangkap KPK pada 21 September 2021.
Alhasil terjadi kekosongan kekuasaan di Kabupaten Koltim. Gubernur Sultra Ali Mazi lalu menunjuk Penjabat Sekda Koltim Iqbal Tonggoasa menjadi pelaksana harian Bupati Koltim.
Di sisi lain, DPRD Koltim menggelar pemilihan Wakil Bupati Koltim. Gerindra, PAN dan Demokrat sepakat merekomendasikan Abdul Azis sedangkan PDIP mengajukan Diana Massi.
Berita Terkait
-
Sinyal Bahaya dari Abraham Samad: Eks Menag Yaqut Terseret Pusaran Korupsi Dana Haji?
-
Kasus Korupsi Digitalisasi Pendidikan Jadi Sorotan, Nadiem Makarim 'Sibuk' Hadapi Kejagung dan KPK
-
Kasus Google Cloud Kemendikbudristek: KPK dan Kejagung Bergerak Bersama! Targetnya...
-
Dua Anggota DPR Jadi Tersangka TPPU Dana CSR, KPK: Kita Susuri Sampai ke Partai Politik!
-
'Dicomot' usai Ikut Rakernas NasDem di Makassar, Detik-detik KPK OTT Bupati Koltim Abdul Azis
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi