Suara.com - Bulan Juli kembali membawa peringatan keras tentang krisis iklim global. Meskipun tidak mencetak rekor suhu baru secara global, banyak negara di Eropa menghadapi bencana iklim yang nyata: panas ekstrem, banjir bandang yang mematikan, dan kebakaran hutan yang meluas.
Menurut data terbaru dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) Uni Eropa, Juli 2025 merupakan bulan Juli terpanas ketiga yang pernah tercatat secara global. Suhu bulan ini tercatat 1,25°C di atas rata-rata pra-industri, menjadikannya bagian dari tren pemanasan jangka panjang yang belum mereda.
“Dua tahun setelah Juli terpanas, rekor suhu global baru-baru ini telah berakhir – untuk saat ini,” kata Carlo Buontempo, Direktur C3S seperti dikutip dari Euro News.
Namun, ia menegaskan bahwa ini bukan pertanda membaiknya krisis iklim.
“Kita terus menyaksikan dampak pemanasan global dalam peristiwa-peristiwa seperti panas ekstrem dan banjir pada bulan Juli. Jika kita tidak segera menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, kita tidak hanya akan menghadapi rekor suhu baru tetapi juga memburuknya dampak-dampak ini – dan kita harus bersiap untuk itu.”
Panas yang Melampaui Batas NormalGelombang panas di Eropa - (Andrew Hasson/Getty Images)
Beberapa negara Eropa mencatat suhu yang jauh melampaui angka normal. Fenoscandia, wilayah yang mencakup Skandinavia, Finlandia, dan Rusia barat laut, mengalami suhu di atas rata-rata yang paling parah di kawasan Eropa.
Di Norwegia, sebuah stasiun cuaca di Lingkaran Arktik mencatat suhu di atas 30°C selama 13 hari berturut-turut. Institut Meteorologi Norwegia menyebut Juli ini sebagai bulan terpanas ketiga sejak 1901, dengan suhu rata-rata 2,8°C di atas normal. Di Finlandia, suhu 30°C berlangsung selama tiga minggu berturut-turut, menjadikannya periode terpanjang yang pernah tercatat sejak 1961.
Mika Rantanen, ilmuwan iklim dari Institut Meteorologi Finlandia, menyebutnya sebagai “gelombang panas yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.”
Turki mencetak rekor suhu nasional baru sebesar 50,5°C di Silopi pada 25 Juli, sementara 132 stasiun cuaca di negara itu mencatat suhu tertinggi bulanan, beberapa bahkan mencapai 12°C di atas rata-rata.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Motor Eropa Murah Agustus 2025, Mulai Rp24 Jutaan
Sementara itu di Spanyol, gelombang panas ekstrem menyebabkan 1.060 kematian akibat suhu tinggi, meningkat drastis 57% dari tahun sebelumnya.
Dari Banjir Besar hingga Tanah Longsor
Suhu ekstrem bukan satu-satunya masalah. Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Eropa, menyebabkan banjir parah dan tanah longsor. Prancis selatan, Paris, Roma, serta beberapa wilayah di Italia dan Spanyol timur laut dilanda banjir setelah curah hujan tinggi terjadi dalam waktu singkat.
Di dekat Barcelona, AEMET, badan meteorologi Spanyol, melaporkan hujan setinggi 10 cm hanya dalam beberapa jam.
Namun di tempat lain seperti Yunani, Balkan, dan pesisir Laut Hitam, kekeringan justru memperparah risiko kebakaran hutan.
Kondisi kering dan panas di Eropa selatan menyebabkan kebakaran besar yang melahap lahan luas. Portugal melaporkan lebih dari 3.000 kebakaran yang menghanguskan 10.768 hektar, tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Di Spanyol dan Turki, ribuan hektar hutan terbakar, memaksa evakuasi warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
Terkini
-
Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan: Krisis Kesehatan Hingga Ancam Ketahanan Energi Nasional
-
Prabowo: Kita Butuh Kritik, Tapi Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Pemilik Modal!
-
Pramono Ultimatum Plaza Senayan dan Senayan City: Bangun Akses Penghubung atau Pajaknya Dinaikkan
-
Putusan MK Final, Pilkada Tetap Langsung! PKB: Jangan Debat Lagi, Saatnya Tekan Biaya Politik
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Diplomasi AS - Iran Memanas, Utusan Donald Trump Kejar Kesepakatan Damai di Qatar
-
Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya
-
Prabowo Beri Kenaikan Pangkat Kehormatan untuk Purnawirawan Polisi, Termasuk Mantan Ajudan Soekarno
-
Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan
-
Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara