Suara.com - Profil Satori, anggota DPR Komisi XI periode 2019 – 2024 yang jadi tersangka dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), terkait penggunaan dana corporate social responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini disorot kendati belum ada pengumuman resmi terkait total kerugiannya.
Satori diduga mengalirkan dana panas itu ke partai politik. Dia diketahui merupakan kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Dari akun Instagram @satori_official8, kini politikus itu berpindah sebagai Anggota Komisi VIII dan Badan Anggaran Fraksi Partai Nasdem DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon serta Kabupaten Indramayu.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, pihaknya akan akan menggali apakah ada hubungannya perkara ini dengan partai politik.
"Ada hubungannya dengan partai politiknya? Apakah diperintahkan oleh partai politiknya? Kemudian apakah juga ini disetor dan lain-lain? Itu yang sampai saat ini, ini kan baru titik awal ya, titik awal kita akan memperdalam dalam penanganan perkara ini," kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025) malam.
Dalam kasus ini, KPK juga menggunakan pasal TPPU sehingga lembaga antirasuah itu mengaku akan menelusuri ke mana saja aliran uang dalam kasus ini. "Kemana aliran uang itu bergerak, kita akan selusuri ke tempat-tempat misalkan pribadi, private, dibelikan untuk aset pribadi, ya kita akan cari dan kita akan sita," ujar Asep. Status tersangka atas kasus yang sama juga dikenakan kepada Heri Gunawan yang merupakan anggota DPR Fraksi Gerindra.
Profil Satori
Satori merupakan putra asli Cirebon. Karier politiknya juga dimulai dari kabupaten di pinggir Pantura Jawa Barat ini sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon (2009 – 2014), DPRD Provinsi Jawa Barat (2014 – 2019), dan terakhir melenggang ke Senayan untuk duduk di kursi DPR RI.
Meskipun karier politiknya terlihat mulus, perjalanan hidup Satori ternyata harus melewati batu terjal. Selepas lulus dari SMA Negeri Palimanan Cirebon, dirinya harus mengubur mimpi melanjutkan kuliah karena alasan ekonomi. Selanjutnya, Satori menekuni sejumlah pekerjaan sebagai buruh kasar hingga pekerja pabrik. Sikapnya yang gigih dan pantang menyerah akhirnya membawanya ke bangku kuliah pada 2008. Dia berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan di bidang Pendidikan Agama Islam dari STAI Cirebon (2008–2011), dan kemudian memperdalam ilmu manajemen dengan menyelesaikan program Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Jakarta dalam rentang 2011–2013.
Kekayaan Satori
Baca Juga: Usai 9 Jam Jalani Pemeriksaan di KPK, Nadiem Pamit: Permisi Saya Mau Kembali ke Keluarga
Satori melaporkan harta kekayaan sebagai anggota DPR dalam e-LHKPN pada 22 Maret 2024. Total harta kekayaannya Rp9,4 miliar. Sejumlah Rp8 miliar di antaranya terdiri dari tanah dan bangunan yang berlokasi di Kabupaten/ Kota Cirebon. Sisanya Rp525 juta merupakan aset kendaraan bermotor termasuk dua mobil yakni Toyota Fortuner dan Toyota Innova. Satori juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp7 juta dan kas dan setara kas Rp184 juta.
Diberitakan sebelumnya, Satori dan Heri Gunawan mulai diperiksa sejak Desember 2024 terkait penyaluran dana CSR Bank Indonesia. Usai diperiksa, terungkap bahwa BI menyalurkan dana CSR-nya melalui Komisi XI. Menanggapi itu, Kepala Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan PSBI adalah program sosial yang dilakukan secara sistematis dan terencana melalui aktivitas pemberdayaan masyarakat dan kepedulian sosial.
Menurutnya proses pemberian PSBI senantiasa dilakukan sesuai tata kelola/ketentuan yang benar, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan kemanfaatan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Akhir Tahun, QRIS Bisa Digunakan di China
-
Terungkap! Ini Kelompok Usia dan Golongan Pengeluaran Paling Pede dengan Ekonomi RI Saat Ini
-
Sinyal Bahaya dari Abraham Samad: Eks Menag Yaqut Terseret Pusaran Korupsi Dana Haji?
-
Dua Anggota DPR Jadi Tersangka TPPU Dana CSR, KPK: Kita Susuri Sampai ke Partai Politik!
-
BI: Pertumbuhan Uang Primer Melambat Jadi Rp 1.925,4 Triliun
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tuntutan Trump Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi
-
Purbaya: Peran Kemenkeu Bukan Hanya Bagi-bagi Anggaran
-
Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula
-
Investor RI Mulai Lirik Saham AS, Transaksi Aktif Melonjak 6 Kali Lipat
-
Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan
-
5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?
-
Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global
-
Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan