Suara.com - Kabar duka menyelimuti Polres Pesisir Barat setelah seorang anggotanya, Bripda Alfindo Ziotri (22), ditemukan meninggal dunia.
Ia menjadi korban keganasan ombak Pantai Goa Matu setelah hilang selama tiga hari. Di balik proses pencarian yang intensif dan akhir yang tragis, terdapat sejumlah fakta penting yang merangkum kronologi kejadian nahas ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan potensi bahaya di balik keindahan alam pesisir Lampung. Dari niat rekreasi yang berubah menjadi petaka hingga upaya pencarian besar-besaran, berikut adalah 5 fakta kunci dari tragedi yang menimpa Bripda Alfindo.
1. Korban Adalah Anggota Polri Aktif
Korban, Alfindo Ziotri, bukanlah wisatawan biasa. Ia adalah seorang anggota Kepolisian RI yang masih sangat muda, berusia 22 tahun dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).
Berasal dari Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, Bripda Alfindo, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pesisir Barat ini diketahui berdomisili di Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah.
Saat kejadian, ia tidak sendiri, melainkan bersama dua rekannya yang juga sesama anggota Polri, yaitu Bripda Sujadmiko dan Bripda Juan. Fakta ini menambah lapisan duka, mengingat korban adalah seorang abdi negara yang sedang tidak bertugas.
2. Hilang Saat Survei Lokasi Mancing di Tepi Tebing
Tragedi ini bermula dari rencana sederhana untuk berekreasi. Bripda Alfindo dan kedua rekannya pergi ke sekitar wilayah Tembakak dengan tujuan untuk memancing.
Baca Juga: Mancing Berujung Petaka, Anggota Polres Pesisir Barat Lenyap Ditelan Ombak di Goa Matu
Pada Rabu, 6 Agustus 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, mereka tiba di kawasan Pantai Goa Matu. Lokasi ini dikenal memiliki tebing-tebing karang yang berhadapan langsung dengan laut lepas.
Saat mereka sedang mengecek lokasi yang dianggap ideal untuk memancing di area tebing, petaka terjadi. Bripda Alfindo, yang sempat terlihat oleh rekan-rekannya berdiri di dekat tebing, tiba-tiba lenyap dari pandangan. Rekannya yang panik segera melakukan pencarian awal namun tidak membuahkan hasil.
3. Pencarian Besar-besaran Libatkan 3 Tim di Darat dan Laut
Setelah laporan kehilangan diterima oleh Basarnas Lampung pada Rabu malam pukul 20.05 WIB, operasi pencarian dan pertolongan skala besar segera digelar.
Selama tiga hari, Tim SAR Gabungan bekerja tanpa lelah. Puncaknya pada hari ketiga, tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan efektivitas pencarian yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB. SRU I menyisir laut menggunakan perahu jukung milik BPBD sejauh 1,5 mil laut.
SRU II menggunakan Rubber Boat canggih milik Basarnas untuk menyisir area laut lain dengan jarak yang sama. Sementara itu, SRU III melakukan penyisiran di darat, menyusuri bibir pantai sejauh 2 kilometer dari titik awal korban menghilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?