Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi mengukuhkan fondasi ideologis dan disiplin partainya dengan melantik jajaran Dewan Syariah Pusat (DSP) periode 2025-2030.
Di bawah kepemimpinan Ketua baru, Muslih Abdul Karim, dewan ini tidak hanya berperan sebagai penasihat, tetapi juga memiliki wewenang penuh untuk menjatuhkan putusan terhadap kader yang melanggar syariah, disiplin organisasi, dan kode etik partai.
Penetapan ini diresmikan di DPP PKS, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/8/2025), yang menandai babak baru dalam penegakan aturan internal partai.
Sekretaris DSP, Mahmud Mahfudz, membacakan surat keputusan yang menggarisbawahi kekuasaan dewan tersebut.
"Bahwa dalam rangka menetapkan putusan terhadap pelanggaran syariah, pelanggaran disiplin organisasi, dan pelanggaran kode etik partai, yang diajukan oleh Dewan Pengurus Pusat dan Dewan Syariah Wilayah," ujar Mahmud saat membacakan salah satu poin krusial dari SK tersebut.
Dalam SK yang dibacakan, kewenangan ini secara efektif menjadikan Dewan Syariah sebagai 'mahkamah internal' PKS yang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian ideologi dan perilaku kader.
Selain menjadi komisi disiplin, dewan ini juga bertugas menetapkan landasan syariah untuk semua peraturan dan kode etik yang berlaku di partai.
Langkah ini dilihat sebagai upaya PKS untuk memperkuat cengkeraman ideologis dan memastikan seluruh struktur dan anggota partai berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan, menjadikan DSP sebagai benteng utama penjaga marwah partai.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat pleno Dewan Syariah Pusat, pada 23 Juli 2025. Berikut susunan Dewan Syariah Pusat PKS:
Baca Juga: PKS Kini Punya Pimpinan Baru, Sohibul Iman Jadi Ketua Majelis Syura, Almuzzamil Yusuf Jadi Presiden
- Ketua Dewan Syariah Pusat: Muslih Abdul Karim
- Sekretaris: Mahmud Mahfud
- Staf Sekretaris: Faridian Riyadi
- Komisi Penegakan Disiplin Syariah, Organisasi, dan Etik:
- Ketua: Iman Nugraha
- Sekretaris: Najib Subroto
- Anggota Effendy Anwar, Anatomi Muliawan, Henry Sugiharto, Joko Vitrian Prabowo, Herlini Amram, Yogo Pamungkas - Komisi Kajian dan Bayat
- Ketua: Arwani Amin
- Sekretaris: Farid Nuqman
- Anggota: Nur Hamidah, Fauzi Bahresh, Abdullah Haider, Lutfi Virgaus Hanifa Ahzami - Komisi Bina Keluarga Sakina
- Ketua: Heni Lestari
- Sekretaris: Ahmad Nizaruddin
- Anggota: Karim Santoso, Amri Gunawan, Latifah Abdul Somad, Dewi Julia, Dina Zuraida, Rahmi Dahnan, Nia Kurnia, Lue Lestari, Aan Anita - Komisi Bina Struktur dan SDM
- Ketua: Iman Santoso
- Sekretaris: Itang Rusmana
- Anggota: Abdul Fikri Fakih, Junihardi Karim, Nandar Sunandar, Uli Sofa, Ani Rukmini, Fadliya Syamsuddin - Komisi Keumatan
- Ketua: Zufar Bawazir
- Sekretaris: Ahmad Rushdi
- Anggota: Erika S. Dewi, Irwan Wahyudi, Aan Myadat Arriza, Shoaib Zainal, Suwito Prasojo, Sri Endang Handayani, Ismail, Musyafa Muin.
Berita Terkait
-
Wajah-Wajah Baru Pimpinan PKS di 38 Provinsi, Siap Hadapi Tantangan Lima Tahun ke Depan
-
PKS Lanjutkan Perombakan di DPR: Wakil Ketua MKD Aboe Bakar Alhabsyi Digeser Adang Daradjatun
-
PKS Kini Punya Pimpinan Baru, Sohibul Iman Jadi Ketua Majelis Syura, Almuzzamil Yusuf Jadi Presiden
-
Gelar Aksi Simpatik, PKS Serukan 5 Maklumat untuk Kemerdekaan Palestina
-
Prabowo Undang Elite PKS ke Kertanegara Sore Ini, Bahas Jatah Kursi Menteri?
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!
-
Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas
-
Sindir Prabowo Soal 'Kebocoran', JPPI: Program MBG Pelaku Utama Pencaplok Dana Guru!
-
Skandal Suap Hutan Kuansing Merembet ke Kemenhut, Peran Pusat Kini Mulai Didalami!
-
Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket
-
Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Sempat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan
-
TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak