Suara.com - Setelah sempat ramai dengan isu ijazah Presiden Joko Widodo, pakar Tifauzia Tyassuma atau yang lebih dikenal sebagai Dokter Tifa, kini mengarahkan sorotannya kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui media sosial, Dokter Tifa membeberkan sejumlah temuan yang ia sebut sebagai kejanggalan serius pada riwayat pendidikan Gibran.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta panas yang menjadi dasar klaim Dokter Tifa:
1. Ijazah SMA Diklaim Tidak Ditemukan
Fokus utama dari klaim Dokter Tifa adalah tidak adanya ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) milik Gibran. Setelah melakukan penelusuran, ia mengaku hanya menemukan dokumen lain yang bukan merupakan ijazah formal.
2. Hanya Berbekal Surat Keterangan Setara SMK?
Menurut Dokter Tifa, satu-satunya dokumen yang ia temukan adalah sebuah surat keterangan (suket). Ia menyebut dokumen ini hanya setara dengan ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
"Sebentar... Jangan buru-buru daftar S2 dulu. Saya dan teman-teman sedang mencari di mana ijazah SMA-mu. Yang baru ditemukan adalah Suket alias Surat Keterangan setara SMK," tulis Tifa melalui akun media sosial X-nya.
3. Kejanggalan Tahun Penerbitan Dokumen
Kejanggalan paling disorot adalah waktu penerbitan surat keterangan tersebut. Dokter Tifa mengklaim suket itu baru terbit pada tahun 2019, sementara Gibran diketahui telah lulus dari University of Bradford, Inggris, pada tahun 2010. Hal ini memicu pertanyaan mendasar mengenai dokumen yang digunakan Gibran untuk mendaftar kuliah.
Baca Juga: Usai Jokowi, Kini Dokter Tifa Ungkit Ijazah SMA Gibran: Cuma Punya Surat Setara SMK?
4. Pertanyaan Menohok: Daftar Kuliah Pakai Ijazah Apa?
Logika waktu yang tidak sinkron ini menjadi dasar pertanyaan paling tajam dari Dokter Tifa. Ia mempertanyakan bagaimana Gibran bisa mendaftar program sarjana (S1) di luar negeri jika surat keterangan penyetaraannya baru ada bertahun-tahun setelah ia lulus.
"Suketmu kenapa baru ada tahun 2019? Padahal ijazah B.Sc Bradford-mu katanya keluar tahun 2010? Lha terus waktu daftar Bradford pakai ijazah apa? SMP?" tulis Tifa dengan nada sinis.
5. Sindiran untuk Mengambil Kejar Paket C
Dokter Tifa menyindir bahwa untuk mendaftar ke perguruan tinggi, syarat sah yang diakui adalah ijazah, salah satunya melalui program Kejar Paket C, bukan surat keterangan.
"Saran saya supaya nggak kejauhan... Wapres sebaiknya ikut kejar Paket C," ujarnya. Ia menambahkan, "Kalau Suket, ya di mana universitas mau terima Suket buat daftar kuliah?".
Berita Terkait
-
Gestur Puan Lebih Berisik dari 1.000 Kata Soal Gibran dan AHY
-
Tak Disalami di Acara TNI? Bahlil: Kok Ada Berita Nggak Berkualitas Itu
-
Di Balik Makan Siang Gibran dan Dasco: Sinyal Politik Redam Isu Keretakan dan Pemakzulan
-
Sinopsis dan Karakter Film Merah Putih One for All, Ada yang Mirip Gibran
-
Kode Keras dari Gibran? Analis Ungkap Pesan Rahasia di Balik Foto Makan Siang dengan Dasco
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen