Suara.com - Seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS), Karya Listiyanti Pertiwi alias Tiwi (30) asal Magelang, Jawa Tengah, ditemukan tewas di rumah dinasnya di Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Pelaku adalah rekan kerjanya sendiri, Aditya Hanafi (27), yang kini telah mendekam di Mapolsek Maba Selatan.
Pegawai BPS Haltim itu ditemukan tewas di rumah dinasnya usai dibunuh oleh rekan kerja dengan motif utama karena menolak meminjamkan uang kepada pelaku akibat kecanduan judi online. Lantas bagaimana fakta pembunuhan Tiwi pegawai BPS Haltim yang tewas mengenaskan? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut.
Fakta-Fakta Pembunuhan Tiwi BPS Haltim
Ini dia beberapa fakta pembunuhan keji yang menimpa Tiwi BPS Haltim:
1. Tiwi Dibunuh Usai Tolak Meminjamkan Uang Rp30 Juta kepada Hanafi
Peristiwa tragis yang menimpa Tiwi terungkap setelah ia menolak permintaan Hanafi yang ingin berutang sebesar Rp30 juta kepadanya. Meski Tiwi sudah menolak dengan kata-kata halus, namun Hanafi yang telah gelap mata berencana melakukan kejahatan terhadap korban.
2. Hanafi Diam-Diam Menyelinap Masuk ke Rumah Dinas BPS Haltim
Hanafi diam-diam menyelinap masuk ke rumah dinas BPS Halmahera Timur, tempat korban tinggal pada 17 Juli 2025. Ia bersembunyi di kamar calon istrinya, kini sudah resmi menikah, berinisial AFM.
Dari dalam kamar Almira Fajriyati Marsaoly alias AFM, Hanafi memantau gerak-gerak korban selama dua hari sebelum menghabisi nyawanya pada 19 Juli 2025 pukul 5.22 WITA.
3. Hanafi Memaksa Tiwi Melakukan Oral Seks
Baca Juga: Pegawai BPS Haltim Dibunuh Rekan Kerja, Masih Sempat Menikah hingga Berpura-pura Jadi Korban
Sebelum dibunuh, Hanafi diduga sempat melakukan pelecehan seksual terhadap Tiwi. Awalnya, Aditya Hanafi sempat membekap korban di kamar. Pelaku kemudian memaksa korban Tiwi untuk melakukan oral seks dalam posisi tangan terikat.
4. Hanafi Memaksa Membuka Sandi HP dan Merampok Uang Tiwi
Setelah oral seks berhasil, Hanafi kembali memaksa korban untuk membuka kunci ponsel. Ia lantas membuka aplikasi simpan uang dan menyuruh korban untuk memberi tahu kode PIN-nya. Usai mengetahui kata sandi aplikasi penyimanan uang Tiwi, Hanafi lalu mentransfer Rp38 juta ke Gopay milik korban. Uang tersebut kemudian ditransfer lagi ke rekening pribadi Hanafi.
5. Hanafi Sempat Melakukan Pencarian di Google "Tanda-Tanda Orang Meninggal"
Selesai merampok uang Tiwi, Hanafi lantas menutup lalu membekap hidung dan mulut korban menggunakan lakban serta bantal hingga tak sadarkan diri. Bahkan ia juga membekap korban dengan lututnya.
Setelah korban mulai lemas dan kejang-kejang hingga tak sadarkan diri, Hanafi sempat mencari di mesin pencarian Google tanda-tanda orang telah meninggal, untuk memastikan apakah Tiwi telah tewas.
Berita Terkait
-
Fakta Pilu Tiwi Pegawai BPS Dibunuh Teman Kantor: Dipaksa Oral Seks, Tewas Kejang-kejang Dilakban!
-
Kronologi Pembunuhan Tiwi BPS Haltim, Pelaku Diduga adalah Rekan Kerjanya Sendiri
-
Tragedi Berdarah di Berau: Suami Bunuh Istri Hamil dan 2 Anak Balitanya Pakai Parang
-
Terungkap! Ini Rentetan Aksi Keji Hanafi Habisi Nyawa Pegawai BPS Demi Bayar Utang Judi Online
-
Siapa Aditya Hanafi Pembunuh Tiwi BPS Haltim? Diduga Rampok dan Lecehkan Korban
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan
-
Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan
-
MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah
-
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
-
Meninggal Dunia, Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemenhan Hari Ini
-
Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela
-
Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel
-
Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah
-
Geger! Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Pacing Bekasi, Kondisi Mengenaskan