Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil yang menjadi salah satu tokoh tidak disalami oleh Gibran mengaku heran lantaran video tersebut dipermasalahkan.
Bahlil menegaskan bahwa momen itu hanyalah soal sudut pandang kamera, bukan cerminan hubungan personal yang buruk.
Gibran Hadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, di lapangan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, Minggu (10/8/25).
Gibran terlihat menuju panggung dan berjabat tangan dengan para pejabat kabinet. Namun, Gibran tampak melewati barisan Menteri yang berisi Menteri Agraria dan Tata Ruang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Dalam video yang beredar, AHY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu terlihat memandangi Gibran yang tidak menyalaminya.
Gibran terlihat langsung melangkah melewati barisan mereka, lalu menyalami Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Marsekal Tonny Harjono.
Setelah itu, ia duduk di kursi yang telah disiapkan protokol. Tak lama kemudian, Presiden Prabowo tiba dan upacara dimulai.
Acara ini dihadiri lebih dari 27 ribu personel, dengan agenda peresmian sejumlah satuan baru TNI di darat, laut dan udara.
Baca Juga: Suara Live: AHY Dicuekin Gibran hingga Ari Lasso Ngamuk ke WAMI
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang
-
Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China
-
Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
-
PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi
-
Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Pendidikan di Masa Pandemi Perberat Hukuman Ibam