- Al, seorang penjaga perlintasan kereta liar di Jawa Barat, menghadapi perilaku nekat pengendara motor yang tidak sabar.
- Banyak pengendara motor nekat menerjang serta merusak palang pintu bambu demi menghindari kemacetan di perlintasan kereta resmi.
- Penjaga perlintasan tetap bertahan menjaga lokasi tersebut untuk mencegah kecelakaan fatal bagi warga meskipun sering menerima makian.
Suara.com - Suara klakson kereta yang melengking dari kejauhan seharusnya menjadi sinyal bagi setiap pengendara untuk menginjak rem sedalam-dalamnya.
Namun, di perlintasan sebidang liar yang membelah perkampungan di Jawa Barat, aturan keselamatan itu seringkali kalah oleh rasa tidak sabar.
Al (31), seorang mantan penjaga perlintasan liar, membeberkan sisi gelap pekerjaannya yang penuh risiko.
Alih-alih mendapatkan ucapan terima kasih karena telah menjaga nyawa orang lain, ia justru lebih sering mendapatkan cacian dan ajakan adu mulut dari para pengendara yang nekat.
“Kita sering tuh namanya kecot-kecot (beradu mulut) sama pengendara-pengendara yang nggak sabar. Begitu kita udah tutup nih, tapi dia masih ngobrol, masih mau nyebrang gitu," kenang Al saat berbincang dalam sesi podcast di kantor Suara.com, Jakarta Barat, dikutip Selasa (12/5/2026).
Palang Bambu Patah Diterjang Motor
Al menyebut, "musuh" utama para penjaga rel swadaya ini biasanya adalah pengendara sepeda motor.
Dengan dalih terburu-buru, banyak dari mereka yang tidak hanya memprotes penutupan jalan, tetapi juga nekat menerjang barikade sederhana yang dipasang warga.
Tak jarang, palang pintu manual yang hanya terbuat dari batang bambu itu berakhir hancur karena ditabrak paksa oleh pemotor yang tak sabar.
"Biasanya yang kayak gitu pengendara motor. Palang pintu kereta juga sering ketabrak sampe patah lah gitu karena emang pengendaranya,” ujarnya getir.
Bagi Al dan rekan-rekan penjaga lainnya, motivasi mereka menjaga rel sebenarnya sederhana: mereka tidak ingin melihat ada nyawa yang melayang sia-sia di lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun, niat baik itu seringkali berbenturan dengan karakter keras kepala para pengguna jalan.
"Kita juga nggak mau nyelakain orang. Cuma kalo orangnya yang batu, sudah ditahan tapi dia masih mau nyebrang mau gimana?" tegas Al.
Meskipun harus menelan pil pahit berupa makian hingga risiko disalahkan jika terjadi kecelakaan, warga tetap memilih bertahan menjaga jalur tersebut.
Hal ini dikarenakan jalur perkampungan itu telah menjadi "juru selamat" bagi warga yang ingin menghindari kemacetan.
"Ya balik lagi orang juga banyak terbantu karena jalur situ kan, dibanding dia harus lewat ke pintu kereta yang depan macetnya udah macet total. Makanya kebanyakan lewatnya kampung saya," pungkasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Meriah! Ratusan Warga Lembang Beradu Tomat dalam Festival Perang Tomat 2026
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno