Suara.com - Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR yang mengancam akan menghapus bonus alias tantiem bagi jajaran bos BUMN rupanya berbuntut panjang di jagat maya. Sorotan tajam netizen semakin riuh usai mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, ikut angkat bicara melalui cuitannya yang viral.
Alih-alih mendapat aplaus, cuitan Mahfud yang semestinya mendukung gebrakan Prabowo justru menjadi 'panggung' bagi warganet untuk meluapkan skeptisisme.
Banyak yang menganggap janji sang presiden tak lebih dari sekadar "omon-omon" alias omong kosong belaka, sebuah manuver populis yang diragukan realisasinya.
Dalam cuitannya di platform X (sebelumnya Twitter), Mahfud MD membeberkan pandangannya soal istilah 'tantiem' yang dinilainya sengaja dipakai untuk mengelabui publik.
"Kata Presiden bnyk dari kita yg tdk mengerti istilah tantiem. Istilah asing tsb sengaja dipakai agar orng tak mengerti dan BUMN bs memberi bonus puluhan miliar. 'Hentikan pemberian tantiem'. 'Kalau Anda tak mau jd komisaris BUMN kalau tak ada tantiem, berhenti sj', kata Presiden," tulis Mahfud dikutip pada Sabtu (16/8/2025).
Banjir Kritikan Netizen
Niat Mahfud untuk mengapresiasi ketegasan Prabowo ternyata ditafsirkan lain oleh netizen yang kritis. Bahkan, ada yang ikut mengungkit soal status terpidana Silfester Matutina yang kini menjabat sebagai Komisaris Independen di ID Food.
Diketahui, Silfester hingga kini masih bebas berkeliaran meski telah dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara atas kasus pencemaran nama baik terhadap mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) pada 2019 lalu.
"Yang napi malah jadi komisaris dpt tantiem lagi," sindir salah satu netizen.
Baca Juga: Janji Tahan Sekjen DPR Indra Iskandar usai Hitung Kerugian Negara, KPK Cuma Omon-omon?
"Karna komisaris saat ini kebanyakan di isi ternak2 Mulyono, bahkan yang sudah divonis penjara seperti si silfester matutina masih juga diangkat jadi komisaris bumn," timpal yang lain.
Status terpidana Silfester pun sering diungkit oleh Mahfud MD lewat cuitannya. Bahkan, Mahfud sempat mendesak Kejaksaan Agung segera mengeksekusi Silfester ke penjara karena vonis yang dijatuhkan oleh hakim telah dinyatakan inkrah.
Selain itu, alih-alih percaya, netizen justru menantang Prabowo untuk benar-benar memegang ucapannya. Salah satunya ada yang mengungkit masalah efisiensi yang justru berbanding terbalik dengan isu bagi-bagi jabatan terkait banyaknya posisi empuk termasuk jabatan wakil menteri di kabinet Prabowo.
"Dengan menteri + wakil yg mencapai 100 sudah membebani apbn, dlm 10 bulan pemerintahan prabowo negara ini malah semakin terpuruk ke jurang kehancuran. Daya beli turun drastis, tp menganggap rakyat bodoh dgn mengatakan pertumbuhan ekonomi naik 5 persen. Entah sampai kapan negara ini akan berdiri," tulis yang lain.
"Selagi masih ada WAMEN segala omongan Prabowo adalah OMON-Omong tentang efesiensi dan kepedulian pada rakyat," kritik netizen lainnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memang secara blak-blakan menyindir praktik 'akal-akalan' di tubuh perusahaan pelat merah.
Berita Terkait
-
Janji Tahan Sekjen DPR Indra Iskandar usai Hitung Kerugian Negara, KPK Cuma Omon-omon?
-
Pamer Joget Gemoy saat Karnaval HUT RI, Aksi 'Prabowo Cilik' Bikin Ngakak: Jangan ya Dek!
-
Hapus Tantiem BUMN, Rocky Gerung Sebut Gebrakan Prabowo Bisa 'Gebuk' Elite Manja Jokowi
-
Ada Perlawanan Balik Halangi KPK, Barang Bukti Kasus Kuota Haji yang Dicari Raib?
-
Babak Baru Demo Pati, Dugaan Mark Up Peluru dan Gas Air Mata Expired Polisi Dilaporkan ke KPK
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap