Suara.com - Babak baru kepengurusan PDI Perjuangan periode 2025-2030 akan segera dimulai. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, akhirnya angkat bicara mengenai proses pendaftaran susunan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang baru ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Setelah sempat menjadi tanda tanya pasca-pengumuman jajaran pengurus pada awal Agustus lalu, Hasto memastikan bahwa proses legalisasi kepengurusan partainya kini hanya tinggal menunggu waktu yang pas.
Ia menegaskan bahwa semua persiapan administratif sedang dikebut untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara.
Berbicara dengan penuh keyakinan di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, pada Minggu (17/8), Hasto memberikan sinyal kuat bahwa pendaftaran tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, partai tidak ingin terburu-buru dan sedang mencari hari baik untuk langkah strategis ini.
“Sekarang sedang dipersiapkan karena dalam pendaftaran kan juga diperlukan syarat-syarat administratif ya. Segera pada momentum yang tepat akan segera didaftarkan,” ujar Hasto dilansir Antara.
Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai spekulasi yang beredar mengenai dinamika internal partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Proses pendaftaran ke Kemenkumham adalah langkah krusial untuk mengesahkan secara hukum struktur komando partai untuk lima tahun ke depan.
Lebih lanjut, Hasto juga mengonfirmasi bahwa tidak ada perombakan signifikan dalam struktur tim inti yang akan membantunya menjalankan roda organisasi.
Komposisi pengurus yang telah diumumkan sebelumnya dipastikan solid dan siap bekerja. Ia juga menyoroti komitmen PDIP terhadap kesetaraan gender yang tercermin dalam susunan DPP kali ini.
“Ya seperti yang diumumkan bahwa jumlah pengurus dari Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan ada 39 orang, dan keterwakilan perempuan sudah terpenuhi,” katanya, menegaskan bahwa kuota keterwakilan perempuan telah sesuai dengan amanat partai dan peraturan yang berlaku.
Baca Juga: Gugah Nurani Elite Politik, Megawati Sentil Bahaya Kolonialisme Gaya Baru dan Pengkhianat Rakyat
Sebagai informasi, alur penetapan kepengurusan baru PDIP ini sempat menarik perhatian publik. Susunan lengkap DPP PDIP periode 2025-2030 sebenarnya telah diumumkan secara resmi pada 2 Agustus 2025.
Namun, dalam pengumuman tersebut, posisi strategis Sekretaris Jenderal belum terisi dan untuk sementara dirangkap langsung oleh Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.
Kekosongan jabatan tersebut akhirnya terjawab tuntas pada 14 Agustus 2025, ketika Megawati Soekarnoputri kembali menunjuk Hasto Kristiyanto untuk menduduki posisi Sekjen.
Penunjukan kembali Hasto ini dianggap sebagai sinyal kepercayaan penuh dari Megawati kepada salah satu kader terbaiknya untuk mengawal agenda-agenda politik partai ke depan. Dengan kembalinya Hasto, mesin partai kini dianggap lengkap dan siap untuk didaftarkan secara resmi.
Berita Terkait
-
Gugah Nurani Elite Politik, Megawati Sentil Bahaya Kolonialisme Gaya Baru dan Pengkhianat Rakyat
-
Refleksi Kemerdekaan Megawati: Bukan Hadiah, Tapi Hasil Cucuran Darah dan Air Mata
-
Ya Mas Hasto: Satu Kalimat Megawati yang Tentukan Arah PDIP
-
Tiga Kader Kawakan PDIP Login ke PSI, Kaesang: Kami Bersyukur
-
Hasto Kembali Jadi Sekjen PDIP, Puan Maharani: Belum Ada Tugas Khusus!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi