Suara.com - Peringatan keras datang langsung dari Istana. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menabuh genderang perang terhadap praktik tambang ilegal yang merajalela di Tanah Air. Tak main-main, sasaran utamanya adalah para "orang kuat" dan jenderal yang berani menjadi beking di balik bisnis haram perusak lingkungan tersebut.
Ancaman ini ditegaskan kembali oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus.
Ia memastikan bahwa tidak akan ada ampun bagi oknum jenderal dari instansi manapun yang terbukti melindungi praktik lancung yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.
Menurut Lodewijk, hukum di Indonesia tidak mengenal pangkat dan jabatan. Siapapun yang melanggar, termasuk seorang jenderal, harus siap menghadapi konsekuensi hukum yang setimpal.
"Peraturan atau Undang-Undang kan tidak pandang bulu. Tidak mengatur kalau jenderal boleh melanggar, kalau ini boleh melanggar. Semuanya tentunya di depan mata hukum itu sama," kata Lodewijk saat ditemui di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, dilansir Antara, Minggu (17/8/2025).
Sikap tegas pemerintah ini merupakan tindak lanjut dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang menggelegar di Sidang Tahunan MPR RI, Gedung Nusantara, Jakarta, pada Jumat (15/8).
Dalam pidatonya, Prabowo dengan lantang menyatakan tidak akan gentar menindak para jenderal, baik yang masih aktif di TNI-Polri maupun para purnawirawan.
"Saya beri peringatan apakah ada orang-orang besar, orang-orang kuat, jenderal-jenderal dari mana pun, apakah jenderal dari TNI, atau jenderal dari polisi, atau mantan jenderal, tidak ada alasan! Kami akan bertindak atas nama rakyat," kata Presiden Prabowo dengan nada tinggi.
Prabowo bahkan mengirim pesan menohok kepada para juniornya di militer, menunjukkan keseriusan dan pengalamannya dalam menghadapi berbagai manuver.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR Cucun: Kami Kawal Prabowo Sikat 1.063 Tambang Ilegal
"Saya sudah lama menjadi orang Indonesia. Segala ulah, apalagi saya ini senior, mantan tentara. Jadi, junior-junior itu jangan macam-macam ya," ujar Prabowo.
Lodewijk menjelaskan bahwa komitmen pemerintah untuk memberantas mafia tambang ini akan diwujudkan dalam langkah-langkah konkret. Salah satunya adalah melalui pengawasan ketat yang kini dimonitor melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) di Kementerian ESDM, setelah sebelumnya Kemenko Polkam berencana membentuk desk khusus tambang.
"Tetapi karena Kementerian ESDM sudah membentuk Dirjen Penegakan Hukum. Maka, kita monitor dari apa yang dilakukan oleh Kementerian ESDM terkait dengan ini," jelas Lodewijk, seraya memastikan proses penindakan akan berjalan transparan untuk menjaga kepercayaan publik.
Keseriusan Presiden Prabowo didasari oleh data yang sangat mengkhawatirkan. Ia mengungkap bahwa negara berpotensi kehilangan pendapatan minimal Rp300 triliun akibat aktivitas tambang ilegal yang masif.
"Saya telah diberi laporan oleh aparat-aparat bahwa terdapat 1.603 tambang ilegal dan potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini dilaporkan, potensi kerugian negara adalah minimal Rp300 triliun," ujar Presiden.
Atas dasar itu, Presiden Prabowo meminta dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia, anggota dewan, hingga partai politik untuk bersatu padu memberantas praktik tambang ilegal hingga ke akar-akarnya.
Berita Terkait
-
Pecah Telur! Marinir Akhirnya Punya Jenderal Bintang 4, Sosoknya Dikenal Tegas
-
Wakil Ketua DPR Cucun: Kami Kawal Prabowo Sikat 1.063 Tambang Ilegal
-
'Tidak akan Saya Lindungi', Ultimatum Keras Prabowo untuk Jenderal dan Politisi Korup
-
Upaya Kuasai Kembali Lahan Negara, Prabowo Siap Lawan Jenderal-jenderal Nakal
-
Prabowo Murka! Peringatkan Jenderal-jenderal yang Bekingi Tambang Ilegal
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi