Suara.com - Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengutuk keras tindakan pembunuhan berencana terhadap jurnalis di Gaza yang terus dilakukan oleh Militer Israel.
Sikap KKJ ini dikeluarkan merespons peristiwa pembunuhan terencana dan terang-terangan terhadap tim jurnalis Al Jazeera di Gaza, pada Minggu (10/8/2025).
Saat itu misil Israel menghantam tenda milik tim Al Jazeera yang terpasang di depan gerbang utama Rumah Sakit Al Shifa. Akibat serangan tersebut menewaskan tujuh orang, termasuk jurnalis berpengaruh Anas Al Sharif yang masih mengenakan rompi pers.
Selain Anas, korban lain adalah Mohammed Qreiqeh, Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa yang selama ini aktif meliput genosida untuk Al Jazeera.
Sementara Mohammed Al Khaldi, jurnalis dari media lokal Sahat, dan Saad Jundiya, warga Gaza yang kebetulan ada di lokasi juga ikut kehilangan nyawa akibat serangan itu.
Koordinator KKJ Indonesia Erick Tanjung menilai tindakan yang dilakukan Israel merupakan kejahatan perang dan bagian tak terpisahkan dari genosida Israel terhadap warga Gaza.
“KKJ mendesak pertanggungjawaban hukum kepada para pelaku melalui Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court),” kata Erick, dalam keterangan tertulisnya, kepada Suara.com, Senin (18/7/2025).
Dalam investigasi Hind Rajab Foundation (HRF) dan Palestinian Center for Human Rights (PCHR) terungkap bahwa pembunuhan Anas Al Sharif dan koleganya bukan merupakan sebuah insiden, namun merupakan usaha sistematis dengan menargetkan jurnalis Al Jazeera.
Setidaknya, lanjut Erick, ada tiga cara yang telah dilakukan Israel terhaap Anas Al Sharif yaitu melabelinya sebagai teroris tanpa bukti, mencemarkan namanya secara publik untuk membenarkan pembunuhan, dan menghabisi nyawanya dalam sebuah serangan terencana.
Baca Juga: Teror terhadap Kolumnis Detik, AJI Sorot Kian Suramnya Kebebasan Pers
“Hasil investigasi juga telah mengidentifikasi rantai komando di belakang pembunuhan ini,” ucapnya.
Berdasarkan hasil investigasi, rantai komando dalam pembunuhan Anas Al Sharif, meliputi sejumlah nama seperti Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir, Komandan Angkatan Udara Israel Mayor Jenderal Tomer Bar, Komandan Wilayah Selatan Mayor Jenderal Yanov Asor.
Kemudian, mantan Komandan Unit 8200 Brigadir Jenderal Yossi Sariel, Komandan Unit 8200 Jenderal ‘A’, Komandan Pangkalan Udara Palmachim, Komandan Skuadron ‘Black Snake’, dan Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel Kolonel Avichay Adraee.
Sementara Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu juga bertanggungjawab karena mendorong strategi pembunuhan jurnalis sebagai bagian dari pembantaian di Gaza.
Erick menegaskan, pihaknya mendesak agar Mahkamah Pidana Internasional bisa mengeluarkan perintah penangkapan terhadap petinggi militer yang terlibat dalam pembunuhan Anas Al Sharif dan koleganya.
Pembunuhan terhadap Anas menambah catatan hitam soal banyaknya jurnalis yang terbunuh selama bertugas di Gaza.
“Menambahkan kasus pembunuhan terhadap jurnalis dalam surat perintah penangkapan Benjamin Netanyahu,” ujarnya.
“Memasukkan lebih dari 220 jurnalis yang terbunuh dalam investigasi Mahkamah Pidana Internasional,” imbuhnya menandaskan.
Berita Terkait
-
Film Snow White Gagal di Box Office, Gal Gadot Salahkan Kampanye Boikot Israel
-
Ulah Suporter Klub Israel Bikin Negara Eropa Ngamuk-ngamuk: Tindakan Bodoh
-
Eks Tentara Israel Jadi Investor Vila Mewah di Bali? Imigrasi Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Untuk Palestina, Baznas RI Ajak Masyarakat Indonesia Perkuat Dukungan
-
Terobos Blokade, 3 Truk Bantuan Baznas Bersama Mishr Al Kheir Berhasil Masuk Rafah
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dicalonkan PWNU Jatim, Cicit KH Hasyim Asy'ari Usung Dua Agenda Besar untuk PBNU
-
SEVENTEEN Akan Hiatus untuk Wajib Militer, Sisa 5 Member yang Tetap Aktif
-
Dana Mentok Rp 80 Juta? Ini Rekomendasi SUV 7-Seater Bekas Paling Nyaman untuk Keluarga
-
Dibalik Aksi Copet Massal, Ada "Arsip Zaman" Skena Musik Indonesia di Film Operasi Pesta Copet
-
Terobosan Muktamar NU: Bahas Usulan Zakat Jadi Diskon Langsung Pajak Terutang
-
Rumus Volume dan Luas Permukaan Kerucut Beserta Contoh Soalnya
-
Aksi DPR 27 Agustus: Dari Ketegangan Massa hingga Kesepakatan Tertulis RUU Perampasan Aset
-
9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan
-
Siswa SD hingga SMA Belajar Coding dan Robotik, Pembelajaran Teknologi Makin Diperkuat
-
5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan