Suara.com - Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI menjadi ironi. Hal itu terlihat dalam video yang menggambarkan keterbatasan siswa di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Isyaman, Kabupaten Mappi, Papua dalam merayakan kemerdekaan.
Sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) siswa ini menjalankan tugasnya dengan khidmat dan disiplin tinggi.
Mengenakan seragam merah-putih yang rapi, mereka melangkah tegap mengibarkan bendera Merah Putih.
Namun, satu detail kontras yang menyentuh hati: mereka melakukannya tanpa mengenakan alas kaki.
Semangat yang terpancar dari wajah mereka menjadi pengingat kuat bahwa cinta Tanah Air tidak terhalang oleh keterbatasan materi.
Momen ini diabadikan dan diunggah oleh Ronald Aristone Sinaga, Wakil Ketua PSI Jawa Barat, melalui akun Instagram pribadinya, @brorondm.
Video tersebut dengan cepat menyebar, tidak hanya menampilkan semangat anak-anak Papua, tetapi juga membawa pesan kritik yang tajam.
Dalam video tersebut, terdapat tulisan provokatif yang ditujukan kepada para legislator: ‘Tidak malukah kalian para Wakil Rakyat?’. Momen ini diunggah oleh Ronald untuk menyinggung para DPR, dikutip Selasa (19/8/2025).
Ronald juga mempertegas sindirannya melalui keterangan unggahan, mengajak para anggota dewan di Senayan untuk lebih peduli terhadap realitas di daerah-daerah terpencil.
Baca Juga: Viral, Protes Biaya Wisuda Rp2,3 Juta, Ortu Murid di Tangerang Malah Dipolisikan Pakai UU ITE
“Mari jogetin o'hai para dewan di Senayan,” tulis Ronald dalam keteranganan video tersebut.
Gelombang Reaksi Warganet
Unggahan tersebut sontak memicu gelombang kekesalan warganet yang merasa aspirasi mereka tidak terwakili.
Kolom komentar video tersebut dibanjiri oleh sentimen negatif yang ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
Salah satu komentar datang dari akun @qhant***, yang mengungkapkan kekecewaannya secara lugas.
“Kelewatan memang, DPR tidak mewakili rakyat,” tulisnya.
Sentimen serupa juga disuarakan oleh pemilik akun Instagram @sudutsip***, yang menyindir prioritas para wakil rakyat. Menurutnya, isu-isu krusial seperti ini kerap terabaikan.
“Mana ada malu, yang penting duit,” ujarnya.
Kisah di balik video viral ini menyoroti potret ketulusan dan nasionalisme yang murni dari anak-anak bangsa di pedalaman Papua.
Hingga saat ini, belum ada informasi yang menyebutkan secara spesifik nama-nama siswa yang menjadi petugas pengibar bendera dalam upacara tersebut.
Reporter : Safelia Putri
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Mulai Puasa Rabu Besok, Masjid Jogokariyan dan Gedhe Kauman Jogja Gelar Tarawih Perdana
-
Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag
-
Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?
-
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Komdigi Siapkan Aturan Penggunaan AI, Lokataru Endus Motif Kepentingan Bisnis dan Politik
-
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
-
Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital