Suara.com - Eskalasi politik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mencapai babak baru yang bisa jadi lebih panas. Setelah sukses melumpuhkan kantor bupati lewat aksi massa masif, kelompok yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) kini membidik target yang lebih tinggi yakni demo di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.
Mereka berencana menggelar aksi besar-besaran untuk menekan komisi antirasuah agar segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam skandal korupsi pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan periode 2020-2021.
Menurut salah satu koordinator lapangan, Supriyono alias Botok, mobilisasi massa dari Pati ke Jakarta akan dilakukan secara besar-besaran.
Rombongan dijadwalkan berangkat pada hari Minggu, 31 Agustus 2025, dan akan menggelar aksi pengepungan Gedung Merah Putih KPK selama dua hari berturut-turut, yaitu pada Selasa, 2 September, dan Rabu, 3 September 2025.
"Tuntutannya mendesak KPK agar menetapkan bupati sudewo sebagai tersangka kasus korupsi DJKA," tegas Botok dalam siaran langsung di akun media sosial TikTok @koko.king.affiliate, Senin (18/8/2025) malam.
Gerakan ke Jakarta ini merupakan puncak dari kemarahan warga yang sebelumnya meledak di Pati pada 13 Agustus lalu. Kala itu, ribuan warga turun ke jalan menuntut Sudewo mundur dari jabatannya.
Pemicu utamanya adalah kebijakan kontroversial Pemkab Pati yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara brutal hingga 250 persen.
Selain kenaikan pajak yang mencekik, kebijakan lain yang memicu amarah adalah perubahan ketentuan hari sekolah. Meskipun kedua kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan oleh Sudewo setelah mendapat gelombang protes dahsyat, nasi telah menjadi bubur.
Warga yang kadung marah tetap bersikukuh pada satu tuntutan, Sudewo harus lengser.
Baca Juga: Kemana Perginya Bupati Pati Sudewo Pasca Demo?
Politikus Partai Gerindra itu menolak mentah-mentah tuntutan untuk mengundurkan diri. Sikap ini membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mengambil langkah politik serius dengan membentuk panitia khusus (pansus) hak angket untuk menyelidiki kemungkinan pemakzulan Bupati Sudewo.
Sembari mengawal proses di DPRD, warga Pati berencana kembali menggelar demonstrasi lanjutan pada Senin, 25 Agustus 2025, untuk memastikan proses pemakzulan terus berjalan.
Di tengah panasnya situasi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mencium adanya agenda lain di balik desakan pemakzulan yang tak kunjung padam.
Menurutnya, Sudewo telah menunjukkan itikad baik dengan meminta maaf dan mencabut kebijakannya, namun tuntutan untuk melengserkannya terus bergulir.
“Sekarang, ada tuntutan yang lain, ini saya kira bukan berhubungan dengan itu. Tapi, berhubungan dengan masalah lain,” kata Tito kepada wartawan saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis, (14/8/2025).
Tito bahkan secara terbuka menyiratkan adanya dugaan kepentingan politik yang menunggangi kemarahan warga.
Berita Terkait
-
Kemana Perginya Bupati Pati Sudewo Pasca Demo?
-
Analis Bongkar Skenario Gulingkan Presiden Prabowo, Gejolak di Pati dan Bone Cuma Pemicu?
-
Isu Damai Ditepis, Korlap Aliansi: Hilang Satu Tumbuh Seribu! Pelengseran Bupati Pati Jalan Terus
-
Hukuman Bupati Pati Bisa Diringankan jika Terbukti Korupsi, Warganet Bandingkan dengan Maling Motor
-
Husein Sebut Demo Pati Jilid 2 Batal Usai Ditelpon Bupati Sudewo: Biarin Kalau Dibilang Masuk Angin
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
-
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?
-
Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran
-
Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu
-
Berompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Tulungagung Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK: Mohon Maaf
-
Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan
-
Strategi Bertahan Iran Selama 40 Hari Runtuhkan Dominasi Pertahanan Udara Zionis
-
Dikawal Ketat! Bus Rombongan Bonek Dipastikan Aman Keluar Tol Cikatama Usai Diserang Batu-Petasan
-
Intip 4 Pasang Sepatu Senilai Rp 129 Juta dari OTT Bupati Tulungagung, Ada Merek Louis Vuitton!