Suara.com - Di tengah guncangan hebat akibat penangkapan Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) oleh KPK, sebuah serangan tak terduga datang Denny Siregar. Dia melontarkan cuitan brutal yang tidak hanya menohok, tetapi juga merendahkan kasus yang menjerat Noel.
Melalui akun X (dulu Twitter) miliknya, Denny menertawakan OTT tersebut dengan menyebutnya "receh amat" dan setara dengan praktik "kelas ormas".
Sindiran sadis dari seorang yang pernah berada di barisan yang sama ini sontak viral, menandakan betapa dalamnya kejatuhan Noel yang kini tampaknya ditinggalkan bahkan oleh kawan-kawannya sendiri.
"Receh Amat. Kelas Ormas": Hinaan yang Lebih Menyakitkan dari Status Tersangka
Pada Kamis (21/8) pukul 13.01 WIB, tak lama setelah berita OTT meledak, Denny Siregar tanpa basa-basi menuliskan analisisnya yang pedas.
"Noel kena OTT karena meras perusahaan2 urus sertifikat. Receh amat. Kelas ormas ," cuitnya.
Pernyataan ini memiliki dua lapisan hinaan yang sangat dalam:
"Receh Amat": Denny secara sengaja meremehkan skala korupsi yang diduga dilakukan Noel. Ini bukan lagi soal kejahatannya, tapi soal "level"-nya. Bagi seorang pejabat setingkat Wakil Menteri, praktik "memeras" untuk urusan sertifikat dianggap sebagai kejahatan rendahan yang memalukan.
"Kelas Ormas": Ini adalah jab paling brutal. Ia menyamakan tindakan seorang Wamenaker dengan praktik pungutan liar (pungli) yang kerap diidentikkan dengan oknum-oknum organisasi kemasyarakatan di jalanan. Ini adalah serangan telak terhadap gengsi dan martabat jabatan yang diemban Noel.
Baca Juga: Noel Ditangkap KPK, Menteri Tenaga Kerja Akan Rombak Dirjen Binwasnaker dan K3
Yang membuat cuitan ini begitu meledak adalah siapa yang menuliskannya. Denny Siregar dan Immanuel Ebenezer adalah dua figur yang tumbuh besar dari ekosistem relawan pendukung Joko Widodo. Mereka pernah berada di sisi yang sama dalam banyak pertempuran politik.
Serangan dari Denny ini menjadi sinyal kuat bahwa Noel kini sendirian.
Ia tidak hanya harus menghadapi proses hukum dari KPK, tetapi juga cemoohan dan isolasi sosial dari lingkaran politik yang dulu membesarkannya.
Ini adalah potret "tidak ada kawan abadi dalam politik".
Netizen Terbelah: Sindiran Cerdas atau Tidak Etis?
Cuitan Denny Siregar yang telah dilihat puluhan ribu kali ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan netizen.
Sebagian besar setuju dan ikut menertawakan.
"Bener bang, Wamen kok korupsinya cetek banget, malu-maluin," tulis seorang netizen.
"Ini bukti kalau dia masuk istana bukan karena kualitas, tapi karena jatah preman," timpal yang lain.
Namun, tidak sedikit pula yang menganggap sindiran Denny tidak etis. "Dulu sama-sama berjuang, sekarang teman jatuh malah diketawain. Di mana solidariasnya?" kritik seorang warganet.
Terlepas dari pro dan kontra, cuitan Denny Siregar telah berhasil membingkai narasi baru.
Kasus Noel kini bukan lagi hanya soal kejahatan korupsi, tetapi juga soal sebuah kejatuhan yang tragis, memalukan, dan ditinggalkan oleh semua orang.
Bagaimana menurut Anda? Apakah komentar Denny Siregar ini adalah sebuah kritik yang wajar, atau justru tindakan yang tidak etis terhadap kawan yang sedang terpuruk?
Bagikan pandangan Anda di kolom komentar.
Tag
Berita Terkait
-
Noel Ditangkap KPK, Menteri Tenaga Kerja Akan Rombak Dirjen Binwasnaker dan K3
-
Wamenaker Noel Masih Diperiksa KPK hingga Malam Ini
-
Alarm Keras Istana Menyala! Kasus Noel Paksa Evaluasi Kabinet, Mensesneg: Ini Sudah Stadium 4
-
Efek Berantai OTT Noel: 5 Krisis dari Reshuffle Cepat Hingga Aib Gerakan Relawan
-
Ruangan Disegel KPK, Menaker Yassierli Bicara Anti-Korupsi di Depan 'Patung Koruptor'
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Tembus 96 Persen! Wilayah Ini Jadi Pendukung Paling Loyal Prabowo-Gibran Menurut Survei Terbaru
-
Pengamat Ingatkan Menteri Jangan Jadikan Jabatan Batu Loncatan Politik
-
Gebrakan Prabowo di Washington, Bikin Investor Global Siap Guyur Modal ke RI?
-
Dari Parkiran Minimarket ke Rumah Kosong, Polda Metro Bongkar Peredaran 18 Kg Ganja di Jakbar!
-
Detik-detik Gerak Cepat Bareskrim Polri Sita Aset Kantor PT Dana Syariah Indonesia
-
Siap-siap! Todd Boehly Janji Boyong Chelsea dan LA Lakers ke Indonesia Usai Bertemu Prabowo
-
Lewat #TemanAdemRamadan, Aqua Kampanyekan Puasa Lebih Adem dan Sabar
-
Menlu Sugiono: Indonesia Siap Kirim 8.000 Personel Pasukan ISF, Fokus Lindungi Warga Sipil
-
Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan
-
Tuduhan Cabul Jadi Modus Begal, Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku yang Viral di Ciledug!