Suara.com - Sebuah potongan gambar bisa melahirkan ribuan interpretasi di era digital, dan kali ini yang menjadi sorotan adalah wajah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ekspresi datarnya saat menghadiri Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI pada Jumat (15/8/2025) mendadak viral di media sosial.
Banyak warganet yang berspekulasi bahwa Gibran tampak diam dan marah, mengaitkannya dengan momen anggota dewan yang disebut-sebut bergembira karena kenaikan tunjangan.
Namun, benarkah sang wakil presiden sedang meluapkan amarah dalam diam? Alih-alih merespons lewat juru bicara atau rilis resmi, Gibran memilih cara yang lebih santai untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.
Melalui perbincangan telepon dengan komedian Tretan Muslim yang diunggah di kanal Youtube Tretan Universe, Gibran memberikan jawaban yang tak terduga dan mengundang tawa.
Menanggapi kehebohan di dunia maya, Gibran awalnya tampak bingung saat ditanya mengenai ekspresi wajahnya yang menjadi perbincangan hangat.
"Ekspresi yang mana?" tanya Gibran kepada Muslim, seolah tak menyadari bahwa raut wajahnya sedang dianalisis oleh jutaan pasang mata netizen.
Tretan Muslim kemudian menjelaskan konteks yang beredar, di mana wajah Gibran dianggap sebagai satu-satunya yang menunjukkan kemarahan di tengah suasana yang diasumsikan penuh suka cita karena kenaikan tunjangan.
"Tapi Mas Gibran doang nih mukanya tuh seperti menatap dengan kemarahan. Kata masyarakat sih begitu. Apakah benar itu, Mas?" tanya Muslim, mewakili rasa penasaran publik.
Baca Juga: Luna Maya Ikut Sentil Anggota DPR, Tunjangan Komunikasi Besar Tapi Susah Dengar Rakyat
Bukan Marah, Tapi 'Template dari Lahir'
Di sinilah Gibran memberikan jawaban pamungkas yang mematahkan semua spekulasi dengan sentuhan humor. Menurutnya, ekspresi wajahnya tidak ada hubungannya dengan kemarahan atau isu tunjangan. Ia berkelakar bahwa memang seperti itulah wajahnya sejak dulu.
"Saya muka saya dari lahir memang mau gimana mohon maaf lah ya. Kan enggak bisa milih. Iya. default template-nya dari dulu seperti itu si," papar Gibran.
Jawaban ini sontak menjadi sorotan baru, menunjukkan sisi lain dari seorang Gibran yang mampu menanggapi isu serius dengan gaya yang lebih cair dan personal.
Lebih jauh, Gibran menegaskan bahwa asumsi netizen mengenai waktu dan konteks acara tersebut sepenuhnya keliru. Momen viral itu, menurutnya, sama sekali tidak terjadi saat pembahasan atau perayaan kenaikan gaji atau tunjangan anggota dewan.
"Eh, enggak. itu perlu diluruskan loh. Itu enggak ada hubungannya dengan gaji pas acara itu. Itu kan acara penyampaian nota keuangan oleh presiden dan pidato kenegaraan. Sebelum upacara 17 Agustus ya. Jadi itu pas di penutupan acara," jelas Gibran.
Tag
Berita Terkait
-
Luna Maya Ikut Sentil Anggota DPR, Tunjangan Komunikasi Besar Tapi Susah Dengar Rakyat
-
Wamenaker Noel Eks Loyalis Jokowi Kena OTT KPK, Gibran Buka Suara
-
Survei ISS: Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 90,9%, Efek Transfer dari Jokowi?
-
Jadi Buzzer Waktu Pilpres, Tretan Muslim Akui 'Nyebokin' Gibran Pakai Komedi
-
Tretan Muslim Blak-blakan Soal Bayaran Buzzer 02, Masa Cuma Segitu Slim?
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar