Suara.com - Komika Tretan Muslim blak-blakan mengenai perannya di lingkaran pemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka selama Pilpres 2024, sebuah keterlibatan yang membuatnya lekat dengan tudingan sebagai "buzzer" Istana.
Tretan Muslim secara tegas menolak label tersebut. Ia meluruskan persepsi publik yang menganggapnya sebagai bagian dari mesin politik yang terikat kontrak miliaran dengan kewajiban unggahan yang terstruktur.
"Saya bukan bukan orang yang dikontrak untuk kamu harus ngeposting ini gini gini. Enggak. Saya bukan yang buzzer. Saya enggak tahu buzzer ada level-levelnya itu saya paketan buzer saya enggak tahu," tegasnya dikutip dari Youtube Guru Gembul.
Ia membedakan posisinya dengan para artis atau influencer lain yang mungkin memiliki ikatan lebih formal. "Karena mungkin ada artis-artis yang gitu yang harus datang kampanye, harus ngepost, harus joget-joget Oke gas. Dan saya bukan yang begitu," jelasnya lagi.
Menurutnya, keterlibatannya lebih bersifat sporadis dan berbasis undangan untuk acara-acara spesifik. Ia tidak terikat oleh Scope of Work (SOW) yang rigid, sebuah dokumen yang jamak ditemui dalam dunia pemasaran digital.
"Saya dipanggil untuk bantu support misalnya pas ke IKN terus pas debat cawapres saya suruh datang tapi saya tidak ada SOW 10 story lima pos saya enggak ada," jelasnya.
Lantas, apa yang mendorongnya berada di kubu 02? Tretan Muslim mengakui bahwa kedekatannya lebih kepada Gibran, yang ia kenal sebelum kontestasi dimulai, meski tidak terlalu akrab. Ada keyakinan personal yang mendasarinya.
"Jujur kalau Pak Prabowo waktu itu saya tidak terlalu banyak tahu soal beliau. Tapi kalau Gibran saya sudah kenal udah lama tapi bukan yang dekat banget gitu. Tapi ya saya ada keyakinanlah sama beliau gitu... kayak ini orang baik begitu dan bisa diharapkan bisa jadi perwakilan anak muda di pemerintahan begitu. Itu kan harapan," ungkapnya.
"Kayak Nge-Job, Bukan Kontrak Dukungan"
Baca Juga: Megawati Minta Presiden Prabowo Berantas Buzzer, Warisan Kerusakan Demokrasi 10 Tahun Jokowi?
Salah satu poin paling krusial dalam klarifikasinya adalah soal bayaran. Tanpa basa-basi, ia mengakui adanya imbalan finansial, namun membingkainya dalam konteks profesionalisme, bukan sebagai kontrak politik jangka panjang.
"Kalau saya memang sejujurnya ada uang transport gitu ada. tapi kalau dibilang kontrak miliaran tidak begitu. Ya kayak nge-job lah kalau kita bilang," ujarnya.
Seperti saat diundang ke IKN, Tretan Muslim mengaku diminta datang oleh Gibran melalui Chef Arnold. Muslim mengaku mendapatkan uang transportasi yang nilainya ia rahasiakan.
Ia mengaku nominal yang ia terima tidak sebesar para artis lain seperti Ria Ricis, Celine Evangelista, Paula Verhoeven dll, yang juga mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
"Mereka jauh lebih gede maksudnya. Kayaknya sih mereka ekstrem gede banget. Kalau aku yakin ekstrem gede banget kan mereka ya mereka di politik kagak ikut apa-apa. Tiba-tiba pas debat ada tiba-tiba joget bareng. Nah, pasti harus ada kontrak yang sangat besar," papar Muslim.
Ia ingin publik memahami bahwa setelah sebuah acara selesai, maka selesai pula "pekerjaannya". Tidak ada kewajiban untuk terus-menerus mempromosikan atau membela paslon tersebut.
Berita Terkait
-
Megawati Minta Presiden Prabowo Berantas Buzzer, Warisan Kerusakan Demokrasi 10 Tahun Jokowi?
-
APBN 2026 Banyak Dialihkan ke MBG, Padahal Tak Ada Perintah Makan Gratis dalam Konstitusi
-
Bantah Tudingan Penggunaan Buzzer, Dedi Mulyadi : Hasil dari Transparansi Anggaran Kepada Publik
-
Skenario Anies Baswedan Jika Gabung Kabinet Prabowo, Refly Harun Ungkap Misi Gantikan Gibran
-
Suara-Suara Kritis Ramai Dibungkam Buzzer, Najwa Shihab: Pertajam Nurani dan Empati
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
PP Muhammadiyah Tegaskan Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Organisasi
-
Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker
-
Tangis Staf Keuangan Pecah di Sidang MK: Melawan 'Pasal Jebakan' Atasan dalam KUHP Baru
-
Tragedi Maut KLM Putri Sakinah, Nakhoda dan ABK Resmi Jadi Tersangka Tewasnya 4 WNA
-
PDIP Gelar HUT ke-53 dan Rakernas di Ancol, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang
-
PDIP Kecam Pelaporan Terhadap Pandji ke Polisi: Bentuk Intimidasi dan Pembungkaman Suara Rakyat
-
KPK Periksa Eks Kajari Bekasi Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara
-
MBG Kembali Digulirkan, Ini Catatan Kritis JPPI Soal Arah Pendidikan
-
Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029
-
Polda Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Protes Alasan Polisi