Suara.com - Presiden Prabowo Subianto kini menjadi institusi yang paling dipercaya oleh publik, melampaui lembaga sekaliber TNI.
Meski begitu, di balik angka kepercayaan yang meroket hingga 90,9 persen, ada analisis tajam yang menyebut hal tersebut karena manifestasi dari 'efek transfer' pengaruh Joko Widodo.
Hasil survei dari Indonesian Social Survey (ISS) menempatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai institusi yang paling dipercaya publik. Tingginya angka ini diklaim tidak terlepas dari efek transfer kepercayaan dari Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
"Presiden adalah institusi yang paling dipercaya dengan tingkat kepercayaan 90,9 persen," kata Direktur Eksekutif ISS, Whinda Yustisia, di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Survei ini dilakukan oleh ISS terhadap 2.200 responden dari 38 provinsi pada periode Juli 2025.
Proses pengambilan sampel menggunakan metode multiple stage random sampling, dengan interval kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,5 persen.
Dalam riset tersebut, ISS mengukur tingkat kepercayaan terhadap 13 institusi negara.
Hasilnya, empat institusi menempati posisi teratas, yakni Presiden Prabowo memimpin dengan 90,9 persen, disusul oleh TNI dengan 89,1 persen, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar 81,6 persen, dan Polri yang memperoleh 70,1 persen.
Sementara itu, institusi dengan tingkat kepercayaan publik paling rendah adalah DPR-MPR, yang hanya mencatatkan angka 67,2 persen.
Baca Juga: Survei ISS: Banyak Orang Kaya Indonesia Tidak Bahagia, Kelas Menengah Paling Happy
Whinda menganalisis bahwa tingginya kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo merupakan representasi dari keberlanjutan pemerintahan Jokowi sebelumnya.
"Itu yang mau saya sampaikan. Itu berarti ada transferring effect dari Jokowi sebelumnya yang mana itu termanifestasi lewat Wapres (Gibran)," kata Whinda.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Gibran sebagai Wakil Presiden memberikan keuntungan posisi awal yang sudah tinggi bagi pemerintahan baru.
"Jadi karena ada wapres ini, itu istilahnya starting poin-nya sudah tinggi. Jadi menang berapa persen, 10 persen, 15 persen, Prabowo dari awal tuh sudah dapet istilahnya itu bonus skor," sambungnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita