Suara.com - Polemik fasilitas mewah anggota DPR RI memicu kritikan dari putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid. Ia secara blak-blakan mengungkit kembali momen pahit saat ayahnya, Gus Dur, dilengserkan oleh DPR, sebagai cerminan betapa jauhnya para wakil rakyat dari aspirasi sesungguhnya.
Menurut Yenny, jika Gus Dur masih hidup, ia tidak hanya akan murka, tetapi juga akan mengambil tindakan tegas melihat kelakuan para legislator saat ini.
Yenny Wahid menegaskan bahwa karakter ayahnya bukanlah tipe pemimpin yang hanya akan berkomentar. Menghadapi isu fasilitas mewah di tengah kesulitan rakyat, Gus Dur dipastikan akan bergerak.
"Almarhum Gus Dur sudah jelas, gak akan cuma bicara. Mengambil tindakan dan sudah tahu. Teman-teman sekalian tahu Gus Dur sikapnya seperti apa," ujar Yenny di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/8/2025).
Pernyataan ini seolah menjadi sindiran keras bahwa saat ini terlalu banyak wacana dan terlalu sedikit tindakan nyata dari para pemimpin.
Ungkit Lagi Momen Pelengseran Gus Dur
Puncak dari kritik Yenny adalah saat ia mengaitkan perilaku DPR saat ini dengan sejarah kelam pelengseran ayahnya pada 23 Juli 2001. Menurutnya, Gus Dur digulingkan karena agenda pemberantasan korupsinya tidak disukai oleh parlemen.
"Gus Dur dulu kan dilengserkan oleh DPR karena upaya-upaya beliau dalam memberantas korupsi tidak didukung oleh DPR, jadi ya kita sama-sama tahu, bagian sejarah sudah dicatat oleh sejarah," tuturnya.
Ia seolah ingin menunjukkan ironi; DPR yang dulu melengserkan presiden yang anti-korupsi, kini justru sibuk menuntut fasilitas mewah untuk diri sendiri.
Baca Juga: Anak Gus Dur ke Balai Kota Pakai Atribut Bajak Laut One Piece: Nggak Usah Takut, Ini Cuma Kartun!
Pada akhirnya, Yenny menyampaikan pesan menohok yang merupakan inti dari ajaran politik Gus Dur. Menurutnya, seorang wakil rakyat harus benar-benar menjadi cerminan suara rakyat, bukan malah sibuk dengan urusan perut dan kepentingan pribadinya.
"Posisi Gus Dur clear ya, bahwa wakil rakyat betul-betul mewakili suara rakyat, jangan kepentingan pribadi yang didahulukan," katanya.
Pernyataan keras dari Yenny Wahid ini menjadi pengingat pahit bagi para anggota dewan, bahwa setiap kebijakan mereka akan selalu dinilai dan dihakimi oleh sejarah serta nurani publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas