Suara.com - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan menegaskan kondisi internal partai di daerah masih solid mendukung kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum.
Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang belakangan beredar disebut hanya isu liar yang tidak jelas sumbernya.
Hal itu ditegaskan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Sulsel, La Kama Wiyaka menanggapi rumor Munaslub yang mencuat dalam beberapa pekan terakhir.
Munaslub dikabarkan bakal digelar untuk menggeser posisi Bahlil dari kursi ketua umum.
"Kepemimpinan Bahlil cukup bagus. Sampai saat ini Golkar Sulsel solid dalam kepemimpinan beliau," ujar La Kama, Senin, 25 Agustus 2025.
La Kama menegaskan isu Munaslub hanyalah hoaks. Menurutnya, rumor itu sengaja dihembuskan pihak-pihak tertentu yang berada dalam pusaran tidak jelas.
Isu tersebut semakin melebar setelah muncul spekulasi bahwa Partai Golkar akan kembali diambil alih oleh keluarga Cendana.
Nama Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto bahkan kembali mencuat sebagai figur potensial.
Sejumlah elite partai hingga sebagian kader di akar rumput disebut-sebut masih menaruh harapan besar kepada Tutut untuk memimpin Golkar.
Baca Juga: Bahlil Klaim Lawan 'Penyakit' Pemerintah, Tapi Bungkam Ditanya soal OTT Korupsi
Namun, La Kama memastikan hal itu tidak memengaruhi konsolidasi partai di Sulawesi Selatan.
"Kecuali ada pernyataan langsung dari Mbak Tutut bahwa beliau bersedia (baru bisa dipertimbangkan). Tapi sejauh ini tidak ada. Jadi rumor itu hanya hoaks," tegasnya.
Ia menambahkan, Golkar Sulsel tidak mau terjebak dalam perdebatan isu yang tidak berdasar.
Fokus utama pengurus dan kader saat ini adalah membangun kembali kekuatan partai menghadapi agenda politik ke depan, khususnya Pemilu 2029.
Klaim soliditas internal ini datang di tengah evaluasi besar yang dilakukan partai pasca Pemilu 2024.
Golkar Sulsel memang gagal mempertahankan dominasinya di pentas politik daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?