Suara.com - Sebuah video yang mengklaim Bank Indonesia (BI) menerbitkan uang pecahan Rp22.500 edisi peringatan 80 Tahun Kemerdekaan RI tengah viral di media sosial sejak pertengahan Juni 2025.
Video tersebut menampilkan uang kertas dengan dominasi warna abu-abu dan putih, bergambar peta Indonesia, bendera Merah Putih, lambang Garuda, dan potret Presiden pertama RI Soekarno mengenakan jas safari putih serta peci hitam.
Pada uang tersebut juga tertera tulisan “80 Tahun Indonesia” dan “80 NKRI” yang semakin memicu spekulasi publik bahwa pecahan baru itu resmi dirilis BI.
Salah satu akun Instagram pada 19 Juni 2025 bahkan menuliskan narasi: “Beredar video penampakan uang nominal 80 ribu edisi 80 Tahun Indonesia Merdeka.”
Namun, klaim ini dibantah langsung oleh pihak BI. Melalui unggahan resmi di akun X pada Jumat, BI menegaskan tidak pernah mengeluarkan pecahan baru bernominal Rp22.500 maupun Rp80 ribu. “Faktanya, informasi tersebut tidak benar!” tulis BI.
BI menegaskan, satu-satunya Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) yang resmi diterbitkan terakhir kali adalah pecahan Rp75.000 untuk memperingati 75 Tahun Kemerdekaan RI pada 2020.
Sejak saat itu, belum ada penerbitan pecahan uang peringatan baru. Informasi ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang memberikan kewenangan tunggal kepada BI untuk merancang dan mencetak Rupiah.
Cek fakta Suara.com menemukan, video yang beredar tersebut merupakan hasil rekayasa visual yang tidak memiliki dasar resmi. Tidak ada bukti pengumuman dari BI terkait penerbitan pecahan Rp22.500 edisi khusus.
Kesimpulan
Dengan demikian, klaim bahwa Bank Indonesia menerbitkan pecahan Rp22.500 untuk memperingati 80 Tahun Kemerdekaan RI dipastikan hoaks. Masyarakat diminta untuk selalu memeriksa informasi resmi dari BI melalui kanal resminya agar tidak terjebak kabar palsu.
Berita Terkait
-
Sudah Rela Tidur dengan Kades, Wanita Ini Murka Warungnya Tetap Dibongkar Satpol PP
-
Ramai Video Ibu Tiri Nizam Sudah Ditahan, Benarkah Terkait Kasus di Sukabumi?
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
-
Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI
-
Ayah Ungkap Kronologi Sebelum Bocah NS Dibawa ke RS dan Meninggal, Netizen Curigai Hal Ini
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Aksi Koboi Curanmor Jakbar Berakhir di Cikupa, Polisi Sita Senjata Api Rakitan dan Peluru Tajam
-
PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
-
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah
-
Kekerasan Aparat yang Berulang: Mengurai Jejak Pola Serupa dari Kasus Gamma hingga Arianto
-
Skandal Sertifikat K3: KPK Endus Aliran Uang Haram ke Pejabat Kemnaker dalam Penerbitan SKP
-
Program Bang Jasri Digelar Serentak, Polisi Bersih-Bersih Masjid dan Bagikan Takjil Selama Ramadan
-
Detik-detik Pajero Hantam JakLingko Setelah Seruduk Tiga Motor di Persimpangan Cilandak
-
Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya
-
Danantara Gandeng Arm Limited, Indonesia Siap Jadi Produsen Chip!
-
Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek