Menariknya, julukan "Sultan" justru diberikan oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer (Noel).
Dalam sejumlah kesempatan, Noel menyebut Irvian sebagai sosok yang "paling banyak uang" di Direktorat K3.
Tidak hanya sekadar panggilan, hubungan keduanya bahkan merambah ke ranah pribadi.
KPK mengungkap bahwa Noel pernah meminta bantuan Irvian untuk renovasi rumahnya di Cimanggis, dan permintaan itu dikabulkan dengan pemberian uang sekitar Rp3 miliar.
Tak berhenti di situ, Noel juga diduga pernah bertanya kepada Irvian soal motor gede yang cocok untuknya.
Irvian bahkan membelikan satu unit motor Ducati dan mengirimkannya langsung ke kediaman Noel.
Hubungannya dengan Noel menunjukkan bahwa ia memiliki kendali, akses, dan kekuatan finansial yang tidak biasa untuk ukuran pejabat setingkat koordinator.
Tidak Sesuai dengan Data LHKPN
Meski diduga mengelola dana hingga puluhan miliar rupiah, catatan kekayaan resmi Irvian jauh lebih kecil.
Baca Juga: Talkshow Antikorupsi Batal Hadirkan Immanuel Ebenezer, Melanie Subono Meledek: Ganti Dress Code?
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang dilaporkan pada 2 Maret 2022, total harta Irvian tercatat hanya Rp3,9 miliar.
Dalam laporan itu, Irvian melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan seluas 145 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp1,27 miliar, sebuah mobil Mitsubishi Pajero senilai Rp335 juta, harta bergerak Rp75 juta, serta kas senilai Rp2,2 miliar. Tidak ada utang yang tercatat.
Angka ini terlihat wajar untuk seorang pejabat eselon, namun menjadi jomplang bila dibandingkan dengan temuan KPK bahwa ia diduga menerima aliran dana Rp69 miliar.
Berdasarkan laporan tersebut, ada indikasi kuat Irvian tidak patuh dalam melaporkan LHKPN.
Uang hasil pemerasan itu diduga dialirkan melalui modus penyamaran, seperti pembelian aset atau penggunaan rekening atas nama orang lain.
Menurut KPK, modus penyamaran aset melalui pihak ketiga menjadi salah satu cara yang kerap dipakai pelaku korupsi agar tidak terdeteksi dalam laporan resmi.
Perbedaan kontras antara catatan LHKPN dan temuan KPK di lapangan kini dijadikan landasan penting dalam penyidikan kasus.
Saat ini, masyarakat menunggu langkah hukum yang akan diambil untuk membongkar kasus ini.
Kasus ini memperlihatkan bahwa korupsi di sektor penting seperti K3 tak hanya merugikan negara, tetapi juga melemahkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
Mengejutkan, Ini Mobil Immanuel Ebenezer yang Tak Ikut Disita KPK
-
Wamenaker Noel Minta Amnesti Presiden, Menkum Tolak Mentah-mentah: Gak Ada di Pikiran Kami!
-
Dulu Sebut Prabowo Ancaman, Kini Immanuel Ebenezer Minta Ampunan
-
KPK Skakmat Noel Ebenezer usai Ngemis-ngemis ke Prabowo: Jangan Dikit-dikit Minta Amnesti!
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya