Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, kembali membuat jagat maya bereaksi dengan unggahan terbarunya yang penuh sindiran tajam.
Setelah sebelumnya mengunggah video soal penangkapan menteri, kali ini ia membagikan sebuah foto meme yang langsung menjadi sorotan publik.
Melalui akun Instagram pribadinya @adian__napitupulu, ia memposting foto lawas yang menampilkan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di tengah, diapit oleh Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) di sisi kiri dan Silfester Matutina di sisi kanan.
Namun, bukan foto kebersamaannya yang menjadi pusat perhatian, melainkan tulisan bernada sindiran yang dibubuhkan di atasnya.
"Breaking News! Yang kiri sudah. Yang kanan 'sudah tapi belum'," demikian bunyi tulisan dalam unggahan tersebut dikutip Senin (25/8/2025).
Publik berspekulasi "Yang kiri sudah" sebagai referensi langsung kepada Immanuel Ebenezer, yang baru saja ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan.
Penangkapan Noel memang menjadi berita besar, dan Adian seolah ingin menegaskan bahwa proses hukum terhadap Noel telah berjalan.
Sementara itu, frasa "Yang kanan 'sudah tapi belum'" dijadikan 'senggolan' keras untuk Silfester Matutina.
Sindiran ini merujuk pada status hukum Silfester yang oleh sebagian pihak dianggap janggal.
Baca Juga: Noel Tersangka, GRIB Jaya: Siapa Preman Sebenarnya, yang di Jalanan atau di Balik Meja Kekuasaan?
Silfester diketahui telah divonis bersalah terkait kasus penyebaran fitnah terhadap eks wapres Jusuf Kalla.
Namun, hingga kini proses eksekusi atau penahanannya belum juga dilakukan. Frasa "sudah tapi belum" menjadi cara Adian untuk mempertanyakan kelanjutan proses hukum tersebut secara sarkastik.
Namun, alih-alih hanya mengamini sindiran Adian, warganet justru memperluas sasaran kritik mereka dan bahkan menjadikan unggahan itu sebagai bumerang bagi Adian sendiri.
Kolom komentarnya dibanjiri reaksi yang tak kalah sarkas.
Beberapa warganet justru mempertanyakan sosok sentral dalam foto tersebut. Dengan nada menyindir, mereka membawa nama Presiden Jokowi ke dalam pusaran diskusi.
Berita Terkait
-
Konten Kreator Ini Sebut IQ Immanuel Ebenezer Jongkok, Kritik Tajam ke Kabinet
-
Fathian Pujakesuma: Noel Korup Karena Bodoh, Bukan Karena Rakus
-
Dari Buruh Jemur Kayu ke Istana Negara, Ini Perjalanan Inspiratif Dian Rana Sang Influencer IKN
-
Gerindra Diam, Golkar Pasang Badan: Isu Pemakzulan Gibran 'Kartu' Prabowo Redam Pengaruh Jokowi?
-
Noel Tersangka, GRIB Jaya: Siapa Preman Sebenarnya, yang di Jalanan atau di Balik Meja Kekuasaan?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah