Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali melontarkan kritik tajam kepada pemerintah melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka, @bemui_official.
Dengan tajuk utama "EKONOMI NEGARA BOBROK, RAKYAT DIRAMPOK!", BEM UI menyoroti serangkaian kebijakan ekonomi yang dinilai hanya menguntungkan segelintir elit dan menyengsarakan rakyat.
"Hari ini, kita dihadapkan pada kenyataan pahit: kebijakan ekonomi yang seharusnya berpihak pada rakyat, justru berubah menjadi alat untuk memperkaya segelintir elit," tulis BEM UI dalam keterangan unggahannya dikutip Selasa (26/8/2025).
Menurut BEM UI, negara saat ini dijalankan dengan logika ekstraktif, di mana kebijakan yang ada lebih bertujuan untuk "merampok" sumber daya demi kepentingan kelompok tertentu, bukan untuk kesejahteraan rakyat secara luas.
"Pajak yang mencekik, korupsi dana publik, hingga proyek mercusuar yang hanya menguntungkan kelompok tertentu," tulisnya.
"Semuanya menjadi bukti nyata bahwa negara kita tengah dijalankan dengan logika ekstraktif, bukan untuk kesejahteraan rakyat,"BEM UI menambahkan.
Melalui metode analisis 'pohon masalah', BEM UI memetakan bahwa akar dari bobroknya ekonomi Indonesia adalah cengkeraman oligarki dan kebijakan yang bersifat populisme semu.
Menurut BEM UI, dominasi oligarki dan pejabat populis yang hanya mementingkan elektoral menjadi biang keladi dari berbagai masalah turunan, seperti beban fiskal yang berat, utang negara yang tinggi, hingga monopoli tanah.
"Kebijakan ekonomi tidak berdiri netral, melainkan sarat kepentingan kelompok dominan," jelas BEM UI.
Baca Juga: #IndonesiaGelap, Mengintip 5 Tuntutan BEM UI untuk Prabowo-Gibran: Ada MBG
Dampaknya, lanjut mereka, terasa langsung oleh masyarakat dalam bentuk kemiskinan, meningkatnya konflik agraria, buruknya layanan publik, dan ketimpangan sosial yang semakin melebar.
Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena
Berita Terkait
-
BEM UI Gelar Diskusi 'Panas', Sebut Pimpinan Era Prabowo Kebingungan
-
Aksi Tolak RKUHAP di Gerbang Pancasila DPR
-
Viral TNI Masuk Acara BEM UI, Legislator PDIP: Sudah Bukan Zamanya Lakukan Intimidasi
-
Wanti-wanti Massa Aksi Indonesia Gelap, Eks Ketua BEM UI Ungkit Undangan Makan Malam Jokowi: Framing Jahat!
-
#IndonesiaGelap, Mengintip 5 Tuntutan BEM UI untuk Prabowo-Gibran: Ada MBG
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!