- Hapuskan Klasterisasi Pendidikan Tinggi
- Wujudkan Biaya Kuliah Murah atau Terjangkau
- Wujudkan Kesejahteraan Dosen
Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat 'hadiah' ulang tahun dari para dosen ASN berupa lebih dari seratus karangan bunga yang dikirim langsung ke kantor Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat.
Pemberian karangan bunga tersebut sebenarnya sebagai bentuk aksi dari Aliansi Dosen ASN Kementerian Diktidaintek (Adaksi) dalam menentang tindakan kapitalisasi pendidikan oleh pemerintah.
Koordinator aksi dari Adaksi, Imam Akhmad, menyampaikan bahwa tindakan itu juga bentuk protes moral dosen seluruh Indonesia terhadap kebijakan pendidikan tinggi yang semakin dikomersialisasi dengan dalih “partisipasi publik” dalam pembiayaan.
Menurut Adaksi, praktik ini bertentangan dengan amanat UUD 1945 Pasal 31 dan nilai Pancasila, serta memperlebar jurang ketidakadilan antara rakyat dengan akses pendidikan tinggi.
Sejumlah perwakilan Adaksi kemudian melakukan audiensi dengan sejumlah jajaran Kemenkeu.
Imam menyayangkan tidak adanya kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menemui mereka.
"Bu Menteri tadi pagi katanya ada kegiatan, dadakan, padahal kami sudah standby juga beberapa orang di sini dari pagi untuk menemui beliau, tapi tidak berhasil bertemu," kata Imam ditemui media usai audiensi, Selasa (26/8/2025).
Dalam aksi simbolik itu, Adaksi menyuarakan tiga tuntutan, di antaranya:
1. Hapuskan Klasterisasi Pendidikan Tinggi
Baca Juga: Pos Anggaran MBG Diambil dari Dana Pendidikan: Ancaman Jutaan Anak Putus Sekolah di Depan Mata
Klasterisasi PTN Satker, BLU, dan BH hanya melanggengkan ketimpangan. Dosen di PTN-BH/BLU didiskriminasi hak tunjangan kinerjanya, sementara mahasiswa terbebani UKT yang mencekik.
2. Wujudkan Biaya Kuliah Murah atau Terjangkau
UKT melonjak drastis akibat kebijakan standar biaya kuliah baru, sehingga pendidikan tinggi semakin sulit dijangkau masyarakat kelas menengah bawah.
3. Wujudkan Kesejahteraan Dosen
a. Berikan tunjangan kinerja untuk semua dosen ASN Kemdiktisaintek tanpa embel-embel klusterisasi
b. Tunjangan fungsional dosen tidak pernah naik sejak 2007 dan nilainya jauh
tertinggal dari jabatan setara seperti peneliti atau auditor.
c. Hak tunjangan kinerja (tukin) 2020–2024 belum dibayarkan, padahal sudah
diatur dalam regulasi.
d. Skema PPPK dosen penuh ketidakpastian: kontrak 5 tahunan tanpa kepastian promosi dan perpanjangan.
Berbagai tuntutan itu juga disampaikan secara sarkas oleh para anggota Adaksi dari berbagai daerah sekaligus menyampaikan ucapan ulangtahun kepada Sri Mulyani.
Berita Terkait
-
Borok Keuangan Negara Dibongkar: Ekonom Duga Sri Mulyani Didukung 'Kekuatan Besar' di Tengah Utang
-
Istana Ungkap Alasan Bentuk Badan Pengelola Pantura dan Industri Mineral, Proyek Lama Era 90-an?
-
Menteri Keuangan Sri Mulyani Bungkam Dicecar Mahasiswa UI soal Polemik di Sektor Perpajakan
-
Isu Guru Dianggap Beban Negara, Viral Pendidik Ini Tetap Kerja saat Kritis hingga Wafat
-
Pos Anggaran MBG Diambil dari Dana Pendidikan: Ancaman Jutaan Anak Putus Sekolah di Depan Mata
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi
-
Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat
-
Si Loreng dan Wirabumi: Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran yang Curi Perhatian di Istiqlal