Suara.com - Komisi I DPR RI mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil alih penyelesaian konflik perbatasan Indonesia-Timor Leste menyusul insiden berdarah yang melukai seorang warga negara Indonesia.
Desakan keras ini disuarakan setelah Paulus Oki (58), warga Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, menjadi korban tembakan dalam bentrokan pada Senin (25/8/2025).
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, menegaskan bahwa kesabaran sudah habis dan insiden ini harus menjadi alarm bagi Jakarta untuk bertindak cepat.
"Pemerintah pusat harus segera turun tangan. Sengketa batas wilayah ini harus diselesaikan secara tuntas melalui jalur diplomasi dua negara," ujar Oleh Soleh di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, konflik yang terus berulang di tapal batas tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut dan memakan korban dari masyarakat sipil.
Ia menuntut adanya langkah diplomasi serius antara Jakarta dan Dili untuk menghasilkan kesepakatan final yang mengikat.
Selain menekan Kementerian Luar Negeri dan BNPP untuk segera berunding, Oleh Soleh juga meminta penguatan keamanan secara fisik di lokasi.
"Masyarakat perbatasan adalah garda terdepan NKRI. Negara wajib memastikan keselamatan mereka, baik melalui penguatan pos TNI maupun koordinasi intensif dengan aparat keamanan setempat," ujarnya.
Komisi I berjanji akan terus mengawal isu ini hingga tuntas, menekankan bahwa meskipun hubungan baik dengan Timor Leste penting, keamanan warga negara Indonesia adalah prioritas utama.
Baca Juga: Wamenaker Imbau Stakeholder Ketenagakerjaan Berinovasi Hapus Praktik Pekerja Anak
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: 7,3 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan Pemerintah Pusat
-
Komentari Instruksi Megawati ke Kader PDIP, Dedi Mulyadi: Kepala Daerah Harus Tunduk dan Patuh Keputusan Pemerintah
-
Soal Efisiensi Anggaran, Rektor UPN Veteran Jakarta: Sebisa Mungkin Kita Lakukan Walaupun Situasinya Tidak Mudah
-
Hadir di Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemda, Prabowo Bicara soal Kesempatan Pertamanya
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?