Suara.com - Ketimpangan distribusi dokter spesialis antara kota besar dan daerah terpencil masih menjadi tantangan fundamental dalam sistem layanan kesehatan nasional.
Menyadari urgensi ini, pemerintah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif yang mencakup pemanfaatan teknologi, kebijakan afirmatif, hingga insentif finansial untuk menutup kesenjangan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menekankan bahwa inovasi teknologi harus menjadi tulang punggung dalam ekosistem kesehatan modern.
Menurutnya, teknologi digital dapat mendobrak batasan geografis, memungkinkan jangkauan layanan medis menjadi lebih luas.
“Kita harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dan kualitas daya jangkau, jadi dokter bisa hadir di mana-mana tidak hanya secara fisik, tetapi juga hadir melalui bantuan teknologi,” ujar Pratikno dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).
Selain solusi teknologi, pemerintah juga merancang kebijakan afirmatif yang menargetkan langsung masalah ketimpangan geografis.
Strategi ini mencakup penyiapan paket pendidikan kedokteran khusus di daerah-daerah terpencil serta penyediaan insentif yang menarik, baik bagi dokter spesialis yang sudah bertugas maupun bagi calon dokter yang sedang menempuh pendidikan.
Lebih dari sekadar isu pemerataan, Pratikno menyoroti potensi ekonomi signifikan dari percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis.
Dengan pertumbuhan belanja kesehatan masyarakat yang melampaui Produk Domestik Bruto (PDB), sektor kesehatan dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui pengembangan health tourism.
Baca Juga: Menko Pratikno Akui Indonesia Krisis Dokter Spesialis, Target Tambah 70.000 di 2032
Oleh karena itu, sistem pendidikan kedokteran harus dirancang untuk memberikan dampak ganda: peningkatan kualitas layanan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Untuk merealisasikan visi ini, Pratikno menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda) adalah kunci mutlak.
Pemda diharapkan menjadi mitra strategis dalam mendukung distribusi dokter, menyediakan fasilitas yang memadai, dan menjamin keberlanjutan program insentif di wilayah masing-masing.
Ia berharap, sistem pendidikan kedokteran di masa depan tidak hanya mencetak tenaga medis, tetapi juga pemimpin, inovator, bahkan wirausahawan medis yang dapat memberi dampak luas bagi masyarakat.
"Mimpi besar tadi tidak bisa jalan kalau tidak ada kolaborasi. Kalau kita bersatu kita menemukan kekuatan, dengan kolaborasi kita menemukan solusi. Waktunya sekarang, kita mulai sekarang, secepat-cepatnya karena kita butuh banyak, kita butuh sekarang, kita butuh dimana-mana," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar