Suara.com - Tunjangan rumah dinas anggota DPR Rp 50 juta terus menuai polemik dari masyarakat. Protes hadir bahkan sampai adanya demontrasi pada 25 Agustus 2025.
Terkait hal ini, Bambang Soesatyo yang kebetulan di sebuah acara, ditanya soal tunjangan rumah dinas anggota DPR.
Namun Bambang Soesatyo yang hendak naik ke mobil tidak memberikan pernyataan apapun. Anggota DPR Komisi III ini hanya melambaikan tangan sambil berpamitan.
"Sudah ya," kata Bambang Soesatyo ditemui di PIK 2, Jakarta Utara pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Sebelumnya, Bambang Soesatyo sempat memberikan tanggapan soal adanya demonstrasi yang juga terjadi hari ini. Ia mengatakan akan mengusahakan bertemu dengan mereka.
"Akan diusahakan bertemu langsung dan saya sering bertemu dengan mereka," katanya.
Baginya, suara dan tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran merupakan hal penting yang harus diperhatikan dan diperjuangkan oleh para wakil rakyat.
"Intinya aspirasi mereka patut kita dengarkan dan patut kita pertimbangkan untuk kita perjuangkan untuk kemajuan Indonesia Raya," ucapnya.
Hingga petang ini, demonstran masih memadati area gedung DPR. Namun aparat terus memukul mundur rakyat.
Baca Juga: Daftar Riwayat Hidupnya Viral, Nafa Urbach SD Cuma 3 Tahun? Ini Fakta Sebenarnya
Salah satu peserta demo adalah para buruh. Ada beberapa tuntutan yang dilayangkan.
Diantaranya: Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah, stop PHK, Naikan PTKP menjadi Rp. 7.500.000,- / bulan, Hapus Pajak Pesangon, Hapus Pajak THR, Hapus Pajak JHT, Hapus diskriminasi Pajak Perempuan Menikah dan beberapa lainnya.
Berita Terkait
-
Bambang Soesatyo Buka Suara Soal Demo di DPR dan Kehadirannya di PIK 2
-
DPR Didemo Buruh dan Mahasiswa, Bambang Soesatyo Malah Hadiri Acara di PIK 2
-
Nafa Urbach Bicara Tunjangan Rumah DPR RI, Primus Yustisio Tetap Setia Naik KRL
-
Nafa Urbach Janji Salurkan Gaji dan Tunjangan DPR-nya ke Dapil: Daerah Pemilihan Mana yang Dimaksud?
-
LSI Denny JA: Dasco Spesialis Pemadam Amarah Publik
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar