Suara.com - Di tengah gelombang demonstrasi yang mengepung kompleks parlemen beberapa hari terakhir, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI genap berusia 80 tahun hari ini, 29 Agustus 2025.
Momen bersejarah ini terasa ironis, dirayakan di tengah kritik tajam dan ketidakpuasan publik yang dimuntahkan di jalanan oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online.
Alih-alih perayaan meriah, hari jadi parlemen kali ini diwarnai oleh sorotan tajam terhadap berbagai tunjangan fantastis dan pernyataan kontroversial para anggotanya, yang dianggap jauh dari aspirasi rakyat yang mereka wakili.
Namun, di balik hiruk pikuk saat ini, ada sejarah panjang yang membentuk lembaga legislatif ini. Bagaimana sebenarnya perjalanan DPR RI dari masa ke masa?
Cikal Bakal Parlemen: Dari Volksraad hingga KNIP
Jauh sebelum Indonesia merdeka, gagasan parlemen sudah ada sejak era penjajahan Belanda dengan dibentuknya Volksraad atau "Dewan Rakyat" pada tahun 1916. Namun, lembaga ini tentu tidak merepresentasikan kedaulatan rakyat Indonesia sepenuhnya.
Titik balik sejarah parlemen Indonesia terjadi sesaat setelah proklamasi kemerdekaan. Tepatnya pada 29 Agustus 1945, dibentuklah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang beranggotakan 137 orang.
KNIP inilah yang diakui sebagai cikal bakal lembaga legislatif di Indonesia, dan tanggal pembentukannya kemudian ditetapkan sebagai hari lahir DPR RI.
Pada awalnya, KNIP dibentuk untuk membantu tugas-tugas kepresidenan. Namun, perannya kemudian diperluas hingga mencakup fungsi legislatif.
Baca Juga: Riwayat Pendidikan Ferry Irwandi, Semprot Ahmad Sahroni Mulut Sampah
Tokoh-tokoh penting seperti Kasman Singodimedjo, Sutardjo Kartohadikusumo, J. Latuharhary, dan Adam Malik tercatat sebagai pimpinan pertamanya.
Transformasi Parlemen Indonesia dari Masa ke Masa
Perjalanan DPR tidak berhenti di KNIP. Seiring dengan dinamika politik dan perubahan bentuk negara, lembaga perwakilan rakyat ini terus bertransformasi.
Berikut adalah beberapa fase penting dalam evolusinya:
- DPR dan Senat Republik Indonesia Serikat (RIS): Berfungsi dari 15 Februari 1950 hingga 16 Agustus 1950.
- Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS): Menggantikan format RIS dan berjalan dari 16 Agustus 1950 hingga 26 Maret 1956.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus
-
Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara
-
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
-
Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong