- Kompol Cosmas Kagae adalah perwira yang jadi komandan dalam rantis.
- Bripka Rohmat pengemudi rantis.
- Mereka mengaku ingin selamat sehingga melindas driver ojol Affan Kurniawan.
Suara.com - Tabir misteri yang menyelimuti identitas para personel di dalam kendaraan taktis (rantis) maut yang menewaskan driver ojol Affan Kurniawan akhirnya tersingkap.
Setelah desakan publik yang masif menuntut transparansi, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri secara resmi merilis tujuh nama anggota Korps Brimob yang berada di dalam kendaraan baja tersebut saat insiden tragis di tengah demonstrasi, Kamis (28/8/2025).
Pengungkapan nama-nama ini menjadi titik krusial dalam pengusutan kasus, mengubah narasi dari sebuah insiden institusional menjadi pertanggungjawaban personal.
Ketujuh anggota ini kini bukan lagi sekadar bayangan di balik seragam, melainkan individu dengan nama dan pangkat yang harus menghadapi proses hukum dan etik.
Berdasarkan data yang dirilis dan dikonfirmasi dari proses pemeriksaan, berikut adalah daftar lengkap tujuh personel yang kini statusnya menjadi terduga pelanggar kode etik berat:
- Kompol Cosmas Kagae - Perwira menengah yang duduk di kursi depan, di sebelah pengemudi, dan diduga berperan sebagai komandan tim di lapangan.
- Bripka Rohmat - Personel yang memegang kendali kemudi rantis. Manuvernya di tengah kerumunan massa berujung fatal bagi Affan Kurniawan.
- Aipda M Rohyani - Anggota senior yang berada di kabin belakang bersama empat personel lainnya.
- Briptu Danang - Salah satu personel yang bertugas di bagian belakang kendaraan.
- Bripda Mardin - Anggota berpangkat Brigadir Polisi Dua yang juga berada di dalam kabin belakang.
- Baraka Jana Edi - Personel Tamtama Brimob yang berada di dalam rantis.
- Baraka Yohanes David - Personel Tamtama Brimob yang melengkapi kru di bagian belakang kendaraan.
Identitas Bripka Rohmat sebagai pengemudi dan Kompol Cosmas Kagae sebagai komandan tim menjadi sorotan utama.
Keputusan yang mereka ambil dalam hitungan detik di tengah situasi yang mereka gambarkan sebagai "memanas" kini menjadi subjek investigasi mendalam.
Dalam pemeriksaan yang disiarkan secara langsung, terungkap bahwa tindakan mereka didasari oleh kepanikan dan upaya untuk menyelamatkan diri dari kepungan massa yang marah.
Dalih "menyelamatkan diri" inilah yang kini diuji oleh para penyidik Propam.
Baca Juga: Tragedi Meninggalnya Affan Kurniawan, Jadi Momen yang Tepat Prabowo Copot Listyo Sigit dari Kapolri?
Apakah tindakan tersebut merupakan respons yang proporsional atau sebuah kelalaian fatal yang mengabaikan keselamatan warga sipil di sekitarnya?
Bagi publik, alasan tersebut sulit diterima, mengingat nyawa Affan Kurniawan, seorang warga sipil yang sedang bekerja, menjadi taruhannya.
Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, memastikan proses hukum terhadap ketujuh personel ini akan berjalan transparan.
Sebagai langkah awal yang tegas, Kompol Cosmas Kagae, Bripka Rohmat, dan lima rekannya telah ditempatkan di sel khusus Divpropam Polri selama 20 hari, terhitung sejak 29 Agustus hingga 17 September 2025, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dirilisnya ketujuh nama ini merupakan jawaban atas tuntutan akuntabilitas.
Publik kini dapat mengawal proses hukum secara langsung, memastikan bahwa setiap individu yang terlibat, dari perwira hingga tamtama di dalam rantis tersebut, mempertanggungjawabkan perannya dalam tragedi yang merenggut masa depan seorang pemuda dan tulang punggung keluarga.
Berita Terkait
-
Tragedi Meninggalnya Affan Kurniawan, Jadi Momen yang Tepat Prabowo Copot Listyo Sigit dari Kapolri?
-
Imbas Demo, Kedubes Amerika Peringatkan Warganya di Jakarta dan Surabaya
-
Bripka Rohmat Pengemudi Rantis yang Lindas Driver Ojol: Saya Cari Jalan
-
Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob, Habib Jafar Kutip Ayat Al-Quran Soal Dosa Membunuh
-
Teriakan Brimob Pembunuh Menggema di Kwitang, Massa Rusak dan Bakar Mobil
Terpopuler
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut
-
Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
-
Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
-
11 Ribu Warga Dicoret dari Daftar Penerima Bansos 2026, Ini Penjelasan Kemensos
-
Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa
-
Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz
-
Panas Sengketa Lahan di Menteng, Temasra Jaya Somasi Mabes TNI, Ancam Lapor ke Puspom
-
Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?