Suara.com - Jakarta yang tengah bergejolak akibat tensi politik yang memanas sejak beberapa hari terakhir membuat pusat perbelanjaan sepi pengunjung.
Pemandangan paling dramatis datang dari Plaza Senayan, salah satu ikon ritel mewah di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Sebuah video yang beredar cepat di media sosial Instagram menjadi pemantik kepanikan baru. Rekaman itu memperlihatkan aktivitas tak biasa.
Gerai-gerai mode papan atas mulai mengevakuasi seluruh inventaris berharga mereka.
"Ketakutan terulangnya Mei 1998, toko branded Plaza Senayan mulai mengosongkan tokonya,” demikian bunyi narasi dalam video tersebut, sebuah kalimat yang menyentil luka lama dan trauma kolektif bangsa.
Video tersebut memperlihatkan beberapa gerai barang mewah sudah terlihat kosong.
Barang-barang yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah itu diangkut keluar secara perlahan, meninggalkan etalase menjadi kosong.
Para pelaku usaha, terutama pemilik butik mewah, tidak mau mengambil risiko sedikit pun.
Mereka memilih mengamankan aset berharga daripada harus berhadapan dengan potensi terburuk jika kericuhan demonstrasi yang meluas tak terkendali.
Baca Juga: Kilas Balik: Tok! Liga Indonesia Disetop Buntut Kerusuhan Massa
Langkah ini, menurut keterangan dalam unggahan yang viral, diambil sebagai antisipasi agar tragedi kelam Mei 1998, di mana pusat perbelanjaan menjadi sasaran amuk dan penjarahan massal, tidak terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Plaza Senayan masih memilih bungkam, belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi pengosongan yang terekam dalam video tersebut.
Fenomena ini sejatinya tidak hanya terjadi di satu titik. Sejumlah mal lain di Jakarta dilaporkan telah menyesuaikan jam operasional mereka sebagai respons atas situasi keamanan.
Bahkan, beberapa pusat belanja di kawasan Jakarta Utara dan Barat memilih untuk menutup total operasional mereka setelah muncul informasi mengenai potensi aksi massa skala besar.
Di tengah atmosfer tegang ini, situasi diperkeruh oleh beredarnya hoaks yang memicu horor baru.
Sebuah video yang menampilkan kerumunan massa di Mal Atrium Senen, Jakarta Pusat, dinarasikan sebagai aksi penjarahan.
Isu ini menyebar dengan cepat pada Jumat pagi (29/8/2025), menambah daftar kecemasan publik.
Namun, pihak manajemen Mal Atrium Senen segera bergerak cepat dan dengan tegas membantah kabar tersebut, memastikan bahwa video itu adalah hoaks dan kondisi di lokasi tetap aman terkendali.
Kini, mal-mal yang lengang di Jakarta bukan lagi sekadar potret bisnis yang lesu, melainkan sebuah barometer yang mengukur tingkat kecemasan kota.
Etalase yang kosong menjadi cermin dari ketakutan yang nyata, di mana bayang-bayang masa lalu yang kelam masih menghantui langkah masa depan.
Berita Terkait
-
Kilas Balik: Tok! Liga Indonesia Disetop Buntut Kerusuhan Massa
-
Bandung Mencekam! Aset MPR, Bank, hingga Rumah Makan Ludes Jadi Sasaran Amuk Massa
-
Kerusuhan Pecah di Mana-mana, GPK RI: DPR Seolah Cuci Tangan, Polisi jadi Sasaran!
-
Jakarta Membara: 7 Halte Ludes Dibakar, Layanan Transjakarta Berhenti Beroperasi
-
Malam Mencekam Jakarta Saat Aksi 29 Agustus 2025
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata
-
Angkat Tema Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai