Suara.com - Penulis asal Sumatera Barat, Boy Candra, kembali menyampaikan refleksi singkat lewat unggahannya yang sarat makna.
Kali ini ia menyinggung soal keberanian bersuara dan pentingnya menjaga hati nurani.
“Tidak ada bayaran untuk bersuara. Hanya ada panggilan hati nurani,” tulis Boy Candra, Senin, 1 September 2025.
Ia menegaskan, jika seseorang bersuara karena bayaran, maka sejatinya yang disuarakan bukan lagi kebenaran.
“Jika ada yang menerima bayaran untuk bersuara, mereka tidak menyuarakan apa-apa,” tulisnya lagi.
Menurut Boy, hati nurani adalah sesuatu yang tak bisa diperdagangkan.
“Hati nurani enggak akan bisa dibeli. Dunia terlalu sebentar untuk dijual,” tambahnya.
Unggahan ini pun dianggap sebagai pengingat bahwa suara sejati lahir dari kejujuran batin, bukan dari kepentingan atau keuntungan sesaat.
Lewat kalimat pendek namun tajam, Boy Candra seakan mengajak pembacanya untuk tetap menjaga integritas, terlebih di tengah situasi sosial dan politik yang kerap dipenuhi suara-suara yang terdistorsi oleh kepentingan tertentu.
Baca Juga: Boy Candra Ingatkan Warganet: Waspada Serangan 'Akun Ternak Monyet'
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan
-
Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin
-
6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah
-
Momen Kaesang Pangarep Nobar Timnas Bareng Gubernur Sumsel, Tapi Prediksinya Meleset
-
Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru