Suara.com - Nasib hukum mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, tampaknya masih jauh dari kata usai.
Setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menjeratnya sebagai tersangka dalam kasus korupsi Chromebook, kini giliran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membuka kemungkinan Nadiem Anwar Makarim jadi status serupa dalam kasus yang berbeda.
Pernyataan KPK ini mengisyaratkan bahwa Nadiem kini berada dalam "kepungan" dua lembaga penegak hukum besar, yang masing-masing mengusut dugaan korupsi berbeda selama masa jabatannya.
Spekulasi publik mengenai apakah KPK akan "ikut campur" setelah Kejagung bergerak lebih dulu akhirnya terjawab. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa secara hukum, sangat memungkinkan bagi satu orang untuk menjadi tersangka di dua lembaga berbeda jika pokok perkaranya tidak sama.
"Memungkinkan, seperti dalam perkara Bank BJB itu kan ada satu orang tersangka yang ditetapkan oleh KPK dan juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung," ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Budi merujuk pada kasus mantan Dirut Bank BJB, Yuddy Renaldi, yang menjadi preseden. Di KPK, Yuddy menjadi tersangka korupsi pengadaan iklan, sementara di Kejagung, ia menjadi tersangka korupsi pemberian kredit.
"Jadi, itu memungkinkan dan memang KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri punya komitmen yang sama untuk sama-sama membangun sinergisitas sehingga... pemberantasan korupsi bisa berjalan secara harmoni,” jelasnya.
Untuk memahami kompleksitas masalah yang melilit Nadiem, penting untuk memetakan tiga dugaan kasus korupsi besar yang terjadi di Kemendikbudristek dan kini ditangani oleh dua lembaga berbeda:
1. Kasus Chromebook (Ditangani Kejaksaan Agung)
Baca Juga: Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud Diteruskan, Meski Nadiem Makarim Sudah Tersangka
Status: Penyidikan, Nadiem sudah jadi tersangka.
Fokus: Dugaan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan terkait pengadaan jutaan unit Chromebook periode 2019–2022.
Tersangka Lain: Jurist Tan (Stafsus), Ibrahim Arief (Konsultan), Sri Wahyuningsih (Direktur SD), dan Mulyatsyah (Direktur SMP).
2. Kasus Google Cloud (Ditangani KPK)
Status: Penyelidikan (selangkah lagi menuju penyidikan dan penetapan tersangka).
Fokus: Dugaan korupsi terkait pengadaan layanan komputasi awan (cloud computing) dari Google.
Tag
Berita Terkait
-
Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud Diteruskan, Meski Nadiem Makarim Sudah Tersangka
-
Berakhir Dengan Rompi Pink: 5 Kisah yang Hancurkan Karier 'Anak Ajaib' Nadiem
-
KPK: Perusahaan Biro Travel Jual 20.000 Kuota Haji Tambahan, Duit Mengalir Sampai...
-
Profil Franka Franklin Istri Nadiem Makarim: Pendidikan, Karier hingga Bisnis
-
Kasus Apa Sebenarnya? Membedah Skandal Chromebook Triliunan Nadiem
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan