Suara.com - Hai, Sobat Internet! Pernah dengar pepatah, "Jangan mudah percaya apa yang kamu lihat dan dengar di internet"?
Nah, pepatah ini lagi-lagi terbukti benar dengan kasus yang satu ini! Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang menarasikan pengusaha kondang, Jusuf Hamka, mempromosikan situs judi online.
Video ini bahkan sudah ditonton jutaan kali! Tapi tunggu dulu, benarkah begitu? Mari kita bedah faktanya bersama!
Viralnya Video "Jusuf Hamka Promosikan Judi Online"
Sebuah akun Facebook bernama "Duda Encok" (nama akunnya saja sudah bikin curiga, kan?) pada Minggu (31/8/2025) mengunggah sebuah video yang langsung bikin geger. Narasi yang menyertainya jelas:
"Jusuf Hamka Promosikan Situs Judi Online."
Nggak main-main, per Senin (8/9/2025), video ini sudah ditonton lebih dari 4,7 juta kali, disukai 76 ribu kali, dibagikan 953 kali, dan mengundang 5,6 ribu komentar. Wow, angka yang fantastis untuk sebuah konten viral!
Pemeriksaan Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) yang terkenal jeli, nggak tinggal diam melihat fenomena ini. Mereka langsung bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut.
Baca Juga: CEK FAKTA: Video Viral Penangkapan Ahmad Sahroni di Bandara, Benarkah?
Dikutip dari laman turnbackhoax.id, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo mengunggah video viral itu ke situs pendeteksi Artificial Intelligence (AI), hivemoderation.com.
Dan hasilnya? Jeng jeng! Suara dalam video tersebut terdeteksi sebagai hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dengan probabilitas mencapai 96 persen! Jadi, suara Jusuf Hamka yang kamu dengar di video itu, besar kemungkinan adalah suara palsu yang dibuat oleh AI. Canggih tapi menyesatkan, ya!
Selanjutnya, Tim Mafindo juga menggunakan teknik reverse image search dengan Google Lens. Ini adalah cara ampuh untuk melacak sumber asli sebuah gambar atau video. Dan tebak apa yang mereka temukan?
Video serupa, dengan gambar yang sama persis, ditemukan di kanal YouTube milik Uya Kuya TV! Video aslinya diunggah pada Jumat (7/9/2025) dengan judul yang sangat berbeda: "Yusuf Hamka Bongkar Rahasia Besar jadi Mualaf."
Nah, jelas sudah kan? Video yang viral di akun "Duda Encok" itu hanyalah potongan video asli dari kanal Uya Kuya TV, yang kemudian disisipi suara palsu hasil rekayasa AI untuk membuat narasi yang menyesatkan.
Kesimpulan: Awas Konten Tiruan (Impostor Content)!
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran