News / Nasional
Selasa, 09 September 2025 | 07:43 WIB
Fakta dan Kontroversi Sri Mulyani Terdampak Reshuffle Prabowo. (Instagram/smindrawati)

Sedangkan Sri Mulyani memegang jabatan itu selama 13 tahun selama pemerintahan tiga kepala negara.

Sri Mulyani pertama kali menjabat sebagai Menkeu pada 2005–2010 di masa Presiden SBY lalu pada 2016–2024 saat Presiden Jokowi menjabat.

Pada masa Presiden Prabowo, Sri Mulyani kembali ditunjuk sebagai Menteri Keuangan terhitung sejak Oktober 2024 sebelum akhirnya direshuffle pada (8/9/2025).

3. Skandal Bank Century, Tax Amnesty, sampai Utang 4000 Triliun

Fakta dan Kontroversi Sri Mulyani Terdampak Reshuffle Prabowo.

Lepas dari pencapaian dan perjalanan kariernya yang mentereng sebagai Menteri Keuangan Sri Mulyani juga pernah tersandung sejumlah skandal.

Salah satu skandal besar yang menjeratnya adalah kasus bailout Bank Century pada 2008 dengan menggelontorkan dana talangan yang mencapai angka Rp 6,7 triliun. 

Saat menjadi Menteri Keuangan di masa pemerintahan Presiden Jokowi periode I, Sri Mulyani menetapkan kebijakan tentang Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak.

Meski mendatangkan uang masuk lewat Tax Amnesty, Sri Mulyani juga tetap mencetak utang, bahkan jauh lebih besar.

Pertumbuhan utang dalam lima tahun pemerintahan Jokowi mencapai Rp 1.889 triliun, lebih tinggi dari 10 tahun masa pemerintahan SBY.

Baca Juga: Prabowo Depak Sri Mulyani dari Kursi Menkeu, Tunjuk Purbaya Yudhi Sadewa

Waktu itu, Kementerian Keuangan mengumumkan total utang pemerintah pusat hingga Januari 2019 mencapai Rp 4.498,56 triliun.

4. Video Deepfake 'Guru Beban Negara'

Fakta dan Kontroversi Sri Mulyani Terdampak Reshuffle Prabowo.

Video yang menampilkan jika Sri Mulyani mengatakan bahwa guru adalah beban negara menjadi viral di media sosial.

Alhasil hal ini memicu amarah dari berbagai kalangan dan menjadi salah satu pernyataan Sri Mulyani yang kontroversial.

Namun ternyata video itu adalah hasil rekayasa yang diambil dari pidato Sri Mulyani saat hadir di ITB.

Walau demikian tetap banyak kritik yang Sri Mulyani terima karena pernyataannya yang mengungkap bahwa masyarakat pun harus menanggung gaji guru dan dosen.

Load More