- FMN menggelar aksi kampanye anti-fasis di depan gedung DPR RI.
- Dimas menyebut 3.195 demonstran ditangkap pada periode 'razia agustus'.
- Mereka meminta seluruh demonstran yang ditahan, dibebaskan tanpa syarat.
Suara.com - Front Mahasiswa Nasional atau FMN, menggelar aksi massa di depan gerbang gedung DPR RI, Selasa (9/9/2025), menuntut pembebasan ribuan demonstran yang ditangkap dan ditahan pada periode 'razia Agustus'.
Ketua Pimpinan Pusat FMN Symphati Dimas Rafi’i mengatakan, sedikitnya 3.195 demonstran ditangkap oleh polisi di seluruh Indonesia sejak gelombang aksi massa dimulai pada 25 Agustus hingga akhir bulan.
Karenanya pula, kata dia, FMN secara terbuka menuding pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai rezim 'fasis dan anti-demokrasi'.
Dia mengatakan, pemerintah seharusnya cepat merespons seluruh tuntutan rakyat dalam demonstrasi yang dilakukan sepanjang pekan terakhir Agustus.
Namun, kata dia, yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah melakukan represi sistematis oleh aparat kepolisian dan militer.
Pemicu utamanya, menurut Dimas, adalah pidato Presiden Prabowo pada Minggu (31/8) yang memberi instruksi untuk "menindak tegas" para demonstran dengan melabeli mereka sebagai pelaku terorisme dan makar.
"Setelah pidato Prabowo, tindakan represif, intimidasi, dan penangkapan meningkat secara signifikan dengan intensitas tinggi," kata dia, di sela-sela aksi.
Ia secara spesifik menyoroti sejumlah insiden sebagai bukti brutalitas aparat.
Salah satunya adalah penangkapan Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, pada 1 September 2025 di Jakarta.
Baca Juga: Mahasiswa UI Kembali 'Kepung' DPR, Tagih Janji Realisasi 17+8 Tuntutan Rakyat
Delpedro dijerat dengan tuduhan provokasi dan pelanggaran UU ITE, langkah yang FMN anggap sebagai upaya pembungkaman suara kritis dan penghancuran demokrasi.
Selain di Jakarta, terdapat aksi teror dan kekerasan terhadap massa aksi di lingkungan kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) yang menyebabkan belasan mahasiswa luka-luka.
"Delpedro Marhaen adalah satu dari 3.195 orang yang ditangkap. Ribuan orang yang ditahan ini mengalami kesulitan mendapatkan hak bantuan hukum, akibat dihalang-halangi oleh personel dan birokrasi Polri," kata Dimas.
Atas dasar rentetan peristiwa ini, FMN tidak ragu menyematkan label fasis kepada pemerintahan saat ini.
Mereka menyerukan perlawanan yang lebih luas dan terorganisasi, mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari buruh, mahasiswa, intelektual, hingga petani—untuk memperhebat kampanye anti-fasisme.
Berikut 4 tuntutan utama aksi FMN di DPR:
Tag
Berita Terkait
-
Mahasiswa UI Kembali 'Kepung' DPR, Tagih Janji Realisasi 17+8 Tuntutan Rakyat
-
Waspada Adu Domba, Ernest Prakasa Ingatkan Rakyat Tetap Kompak Kawal Tuntutan 17+8
-
Belum Sehari Jadi Menteri, Menkeu Purbaya Sudah Bikin Kontroversi Soal 17+8, Auto Banjir Kritikan
-
Menagih Kembali Tuntutan Rakyat 17+8, Sudah Sejauh Mana?
-
Pandji Pragiwaksono Blak-blakan Skakmat Menkeu Baru Purbaya: Yang Gini-gini Bikin Orang Demo!
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi
-
Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?
-
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena
-
Kisruh LCC Empat Pilar, DPR Usul Juri Pakai Headset dan Rekaman Audio agar Penilaian Tak Bermasalah
-
Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?
-
Kejagung Lawan Vonis Bebas 3 Bankir Kasus Sritex, Ini Alasannya
-
Michael Jackson Dituding Predator Seks Berantai Gunakan Juice Jesus hingga Xanax
-
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun dalam Kasus Korupsi Minyak Rp285 Triliun