Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim Sjafrie Sjamsoeddin memastikan kondisi nasional tetap terkendali, meskipun aksi demonstrasi masih berlangsung di sejumlah daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengutamakan dialog sosial sambil tetap meningkatkan kewaspadaan, menyusul kericuhan pada akhir Agustus yang menewaskan 10 orang.
“Selaku Ketua Dewan Pertahanan Nasional, saya menjamin bahwa wilayah nasional dalam keadaan aman,” kata Sjafrie di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Sjafrie menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas dengan langkah-langkah operasional, tetapi juga memprioritaskan komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, dialog menjadi kunci untuk meredam potensi ketegangan di lapangan.
“Kita terus akan menjalankan komunikasi sosial, tetapi meningkatkan kewaspadaan, baik itu secara operasional maupun secara kita melakukan dialog dengan seluruh masyarakat... yang mungkin mempunyai pikiran-pikiran yang perlu mendapatkan respons,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan tetap membuka ruang komunikasi dengan kelompok-kelompok yang menyampaikan aspirasi melalui aksi jalanan. Namun, langkah antisipasi keamanan tetap disiagakan untuk mencegah kericuhan berulang.
Pernyataan ini menjadi penting mengingat data Komnas HAM yang mencatat sedikitnya 10 orang meninggal dunia dalam rangkaian aksi unjuk rasa pada akhir Agustus lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah