News / Nasional
Selasa, 09 September 2025 | 18:30 WIB
Sjafrie Sjamsoeddin mulai bertugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim, Selasa (9/9/2025). [Suara.com/Fakhri]

Suara.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin resmi memulai tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim pada hari ini. Tanpa serah terima jabatan, ia langsung memberikan arahan kepada jajaran petinggi Kemenko Polkam dan menegaskan bahwa kondisi keamanan nasional tetap terkendali.

Sjafrie mengaku belum sempat berkomunikasi dengan pendahulunya, Budi Gunawan, yang dicopot dari jabatannya. Hingga kini, Budi Gunawan juga tidak terlihat di kantor Kemenko Polkam untuk melakukan serah terima jabatan.

"Ini hari pertama saya masuk di kantor Menko Polkam dan baru saja menerima surat penugasan. Jadi saya belum melakukan komunikasi apa-apa (dengan Budi Gunawan)," kata Sjafrie di Kantor Kemenko Polkam, Selasa (9/9/2025).

Meskipun demikian, Sjafrie tetap menyampaikan apresiasinya.

"Saya kira sudah jelas tadi, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jenderal Polisi Purnawirawan Budi Gunawan," ujarnya.

Dalam arahan pertamanya, Sjafrie menekankan akan memperkuat peran para deputi, staf ahli, Sesmenko, dan Wakil Menko untuk menjalankan tugas harian secara efektif. Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto memberinya mandat untuk memastikan seluruh pekerjaan di Kemenko Polkam berjalan efisien.

"Arahan yang diberikan kepada saya adalah melanjutkan tugas pokok dari Kementerian Koordinator Polkam. Dan saya diberi kewenangan untuk mengambil langkah-langkah yang efisien, efektif, agar supaya semua pekerjaan bisa berjalan lancar," jelasnya.

Menanggapi situasi keamanan di tengah maraknya aksi unjuk rasa, Sjafrie menegaskan bahwa kondisi nasional masih aman.

"Selaku Ketua Dewan Pertahanan Nasional, saya menjamin bahwa wilayah nasional dalam keadaan aman," tegasnya.

Baca Juga: Soal Rencana Pidanakan Ferry Irwandi, Menhan Sjafrie: Saya Serahkan Kewenangan ke Panglima TNI

Ia menambahkan, pemerintah akan tetap membuka ruang komunikasi sosial dengan masyarakat, namun di saat yang sama juga akan meningkatkan kewaspadaan, baik secara operasional maupun melalui dialog.

Load More