Suara.com - Tragedi seorang ibu yang ditemukan meninggal dunia bersama dua anaknya di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan tajam Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Peristiwa pada 5 September 2025 ini disebut sebagai peringatan serius akan rapuhnya perlindungan keluarga di tengah tekanan hidup.
Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, menyebut peristiwa ini masuk dalam kategori maternal filicide (pembunuhan anak oleh ibu kandung). Ia menegaskan, meskipun pelaku telah meninggal, proses hukum harus tetap berjalan untuk mengungkap penyebab pastinya.
"Meski pelaku telah meninggal, kami mendesak proses hukum tetap berjalan agar penyebabnya diungkap dengan jelas. KPAI juga menekankan pentingnya pencegahan melalui penguatan layanan keluarga dan dukungan sosial," kata Diyah dalam keterangannya, Selasa (9/9/2025).
Informasi awal menyebutkan bahwa tekanan ekonomi dan masalah keluarga menjadi pemicu tindakan tragis tersebut.
KPAI telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bandung untuk memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur, termasuk mencegah dampak psikologis lanjutan pada kerabat korban.
Diyah menambahkan, kasus ini bukan yang pertama dan bisa terulang jika dukungan bagi keluarga rentan tidak segera diperkuat.
"Kami mendorong pemerintah daerah dan lembaga layanan untuk lebih serius menggarap program pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Keluarga yang hidup dalam tekanan perlu akses nyata terhadap bantuan sosial maupun konseling," ujarnya.
KPAI juga mengimbau para orang tua yang merasa terbebani untuk tidak menanggung sendiri tekanan hidup. Layanan konseling maupun kanal pengaduan resmi tersedia dan bisa dimanfaatkan. Selain itu, masyarakat diminta untuk lebih peka terhadap tanda-tanda depresi atau tekanan pada tetangga atau kerabat di sekitar mereka.
Baca Juga: Aturan Baru Pilkades? Calon Kades Daftar Online Hingga E-Voting Untuk Cegah Kecurangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya